Pixel Code jatimnow.com

Bus Harapan Jaya Tabrak Truk Gandeng di Tulungagung

Peristiwa Rabu, 29 Apr 2026 10:05 WIB
Truk gandeng usai ditabrak bus Harapan Jaya di Tulungagung. (Fotro: Satlantas Polres Tulungagung for jatimnow.com)
Truk gandeng usai ditabrak bus Harapan Jaya di Tulungagung. (Fotro: Satlantas Polres Tulungagung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah bus Harapan Jaya bertabrakan dengan truk gandeng di ruas jalan nasional Tulungagung-Kediri. Bus dengan nopol AG 7832 UT yang dikemudikan oleh yuda Diputra (35) warga Kelurahan Kelutan, Trenggalek ini menabrak truk dengan nopol AG 9487 UR yang dikemudikan Subaidi (40) warga Kepatihan, Tulugagung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan ini. Namun bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB tepat utara jembatan Ngujang 1, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Kejadian bermula saat bus jurusan Surabaya-Trenggalek tersebut melaju dari arah Kediri menuju Tulungagung. Saat di lokasi kejadian bus diduga hendak mendahului kendaraan di depannya dengan melewati marka jalan. Sedangkan pada saat yang bersamaan dari arah Tulungagung melaju truk gandeng, akibatnya kedua kendaraan terjadi tabrakan.

"Bus ini melewati marka jalan yang lurus, tidak putus-putus. Jika marka tidak putus seharusnya tidak boleh melewati garis," ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Insiden ini mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan. Namun, polisi memastikan kedua pengemudi dalam kondisi selamat. Saat ini kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk penanganan lebih lanjut.

"Pengemudi, kernet dan penumpang selamat semua," jelasnya.

Taufik mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Pihaknya juga menekankan para sopir angkutan umum untuk lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara.

"Kami meminta seluruh pengemudi, khususnya angkutan penumpang yang membawa banyak nyawa, untuk tidak egois memakan lajur arah berlawanan dan selalu mengutamakan keselamatan bersama," pungkasnya.