Pixel Code jatimnow.com

Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton

Ekonomi Minggu, 03 Mei 2026 17:08 WIB
Fasilitas dermaga terminal khusus (tersus) SIG di Tuban, Jawa Timur. (Foto: SIG for jatimnow.com)
Fasilitas dermaga terminal khusus (tersus) SIG di Tuban, Jawa Timur. (Foto: SIG for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menuntaskan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas ekspor di Pabrik Tuban, Jawa Timur, dengan nilai investasi Rp1,4 triliun. Proyek tersebut membuka jalan peningkatan ekspor semen hingga 1 juta ton per tahun di tengah lesunya pasar domestik.

Penyelesaian proyek ditandai dengan terbitnya Taking Over Certificate (TOC), yang memastikan seluruh infrastruktur dan sistem telah lolos uji teknis, keselamatan, serta siap beroperasi. Langkah ini memperkuat strategi ekspansi global SIG sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik.

Pengembangan fasilitas ekspor Tuban dirancang untuk melayani permintaan semen spesifikasi khusus berstandar internasional.

Kapasitas dermaga naik dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT, dilengkapi jetty trestle dan jetty platform baru yang terintegrasi dengan fasilitas lama.

Selain itu, SIG memasang ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam guna mempercepat proses bongkar muat. Sistem logistik juga diperkuat melalui tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer yang terhubung langsung dengan fasilitas produksi.

Untuk penyimpanan, tersedia blending silo berkapasitas 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, serta dua cement silo masing-masing 18.000 ton. Infrastruktur tersebut meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus menjaga stabilitas rantai pasok ekspor.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyebut proyek ini menjadi langkah penting menghadapi kelebihan pasokan di pasar domestik.

“Fasilitas ini mendorong pemanfaatan kapasitas pabrik sekaligus memperluas penetrasi ke pasar ekspor bernilai tinggi. Portofolio yang dimiliki juga memperkuat posisi perusahaan di industri global,” ujarnya.

Proyek dermaga Tuban ini merupakan hasil kolaborasi SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation. PT Hutama Karya terlibat sebagai kontraktor dalam pengerjaan fasilitas tersebut.

Dengan dukungan infrastruktur dan kemitraan internasional, SIG menargetkan ekspor sebagai sumber pertumbuhan baru. Perusahaan juga ingin memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri konstruksi global.

SIG merupakan BUMN sektor bahan bangunan yang saham mayoritasnya dimiliki pemerintah. Perusahaan ini telah bertransformasi menjadi penyedia solusi bahan bangunan regional dengan jangkauan pasar hingga Asia, Australia, dan Oceania.