Pixel Code jatimnow.com

Seniman Surabaya Duduki Balai Pemuda, Tolak Pengosongan Kantor DKS

Peristiwa Sabtu, 09 Mei 2026 22:14 WIB
Para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya. (Foto: Bonang for jatimnow.com)
Para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya. (Foto: Bonang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan seniman Surabaya menduduki kawasan Balai Pemuda pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap pengosongan kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Aksi berlangsung lewat doa bersama, pertunjukan seni, hingga pemasangan spanduk protes di area gedung.

Sejak selepas magrib, seniman dari berbagai disiplin mulai memadati lokasi. Kidung Jawa, seni gerak tubuh, musik modern, dan aksi teatrikal bergantian tampil di halaman Balai Pemuda. Suasana yang biasanya menjadi ruang pertunjukan berubah menjadi arena solidaritas para pekerja seni.

Aksi memuncak saat para seniman memasang spanduk bertuliskan “Gedung Ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya.” Spanduk itu dipasang sebagai simbol perlawanan atas langkah pengosongan DKS yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya.

Koordinator pagelaran, Taufik Monyong, mengatakan para seniman sengaja menduduki Balai Pemuda untuk menunjukkan bahwa ruang kesenian tersebut tidak bisa dipisahkan dari komunitas seni Surabaya.

“Kalau kemarin aksi segel kantor DKS dilakukan secara sewenang-wenang oleh Satpol PP, sekarang gantian kami para seniman Surabaya yang mengawasi Gedung Balai Pemuda,” ujar Monyong kepada wartawan.

Ketua DKS, Chrisman Hadi, menyebut kehadiran para seniman menjadi bukti bahwa dukungan terhadap Dewan Kesenian Surabaya masih kuat.

Menurut Chrisman, solidaritas komunitas seni terlihat dari konsistensi jumlah seniman yang hadir dalam berbagai agenda konsolidasi beberapa waktu terakhir.

“Publik bisa menilai sendiri. Kemarin rapat konsolidasi dihadiri ratusan seniman, sekarang pagelaran seni juga dipenuhi seniman Surabaya,” katanya.

Chrisman turut mempertanyakan legitimasi Dewan Kebudayaan Kota Surabaya yang dibentuk Pemkot Surabaya. Dia menilai dukungan komunitas seni terhadap lembaga tersebut belum terlihat nyata.

“Sekarang saya balik tanya, apakah mereka punya dukungan dari seniman sebanyak yang hadir malam ini?” ujarnya.

Polemik pengosongan kantor DKS belakangan memicu ketegangan antara komunitas seni dan Pemerintah Kota Surabaya.

Pendudukan Balai Pemuda pada Sabtu malam menjadi penanda bahwa konflik tersebut mulai bergerak menjadi aksi kolektif para seniman di ruang publik.