Puluhan Ormas Gotong Royong Hijaukan Kawasan Sontoh Laut Surabaya
Peristiwa Senin, 11 Mei 2026 09:48 WIBjatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya bersama berbagai elemen masyarakat memperkuat mitigasi perubahan iklim di wilayah Pantai Utara (Pantura) melalui penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Sontoh Laut, Asemrowo, Minggu (10/5).
Langkah tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 sekaligus upaya memperluas zona konservasi pesisir.
Aksi yang melibatkan 36 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan akademisi ini menyasar titik-titik rawan erosi di Kelurahan Tambaksarioso.
Meski harus menghadapi medan lumpur yang dalam, ratusan relawan menuntaskan penanaman sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem laut.
Muhamad Fikser, AP, MM, menegaskan bahwa proyek ini merupakan replikasi keberhasilan konservasi Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) yang telah dimulai sejak dua dekade silam.
Ia menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri logistik di wilayah Utara dengan kelestarian lingkungan.
"Ekosistem mangrove yang terjaga memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan populasi biota laut seperti kepiting. Kita ingin memastikan pusat bisnis logistik di sini berjalan beriringan dengan fungsi ekologi yang sehat," ujar Fikser.
Secara teknis, penanaman ini juga melibatkan skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Pelindo yang memberdayakan petani bibit lokal.
Pola kolaborasi ini dinilai efektif karena melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memastikan bibit yang ditanam mendapatkan perawatan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
Camat Asemrowo, Mohammad Zulchaidir, menambahkan bahwa keberadaan hutan mangrove menjadi benteng alamiah krusial dalam menahan abrasi dan menyerap karbon.
"Target kami tidak hanya lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Kawasan pesisir yang terjaga akan membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang melalui sektor ekowisata," kata Zulchaidir.
Program bertajuk “Hijaukan Pesisir, Lestarikan Kehidupan” ini diharapkan menjadi parameter baru dalam pengelolaan pesisir perkotaan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, perlindungan bencana, dan kesejahteraan sosial masyarakat pesisir Surabaya.