Pixel Code jatimnow.com

ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Suramadu

Peristiwa Senin, 11 Mei 2026 18:15 WIB
Proses evakuasi korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Proses evakuasi korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Sri Samto (57), Anak Buah Kapal (ABK) LCT Kinta Perjaya yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan sisi timur Jembatan Suramadu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (11/5/2026).

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi penemuan tersebut. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh tim Ditpolairud Polda Jawa Timur pada pukul 14.13 WIB.

"Korban ditemukan mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya segera dievakuasi menuju darat untuk penanganan lebih lanjut," ujar Nanang.

Setelah proses evakuasi dari perairan berjalan lancar, jenazah korban langsung dibawa menuju RSUD Bangkalan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Insiden ini bermula ketika kapal LCT Kinta Perjaya tengah melakukan pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Wanam, Merauke, pada Minggu (10/5/2026).

Saat kapal melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) atau kawasan sisi timur Jembatan Suramadu, korban yang menduduki posisi sebagai Mualim I diketahui tidak berada di atas kapal.

Menyadari salah satu krunya hilang, nakhoda kapal sempat memutar haluan untuk melakukan pencarian mandiri hingga petang. Lantaran tak kunjung membuahkan hasil, nakhoda akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas keselamatan pelayaran.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue beserta armada Rigid Inflatable Boat (RIB) pada hari pertama untuk menyisir area perairan tempat korban diduga terjatuh.

Memasuki hari kedua, operasi SAR diekskalasi guna meningkatkan efektivitas penyisiran. "Pada hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas agar jangkauan penyisiran lebih optimal," kata Nanang.

Operasi hari kedua ini melibatkan sejumlah armada laut dari berbagai unsur instansi gabungan. Di antaranya KN SAR 406 Srikandi dan Rigid Inflatable Boat (RIB), KN.P 329, serta Kapal Polisi KP X-1008.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Gani Wiratama, selaku On Scene Coordinator (OSC), menambahkan bahwa kelancaran evakuasi turut didukung oleh cuaca yang bersahabat. Berdasarkan pantauan data BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang normal yang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

Selain melakukan penyisiran aktif, Tim SAR gabungan juga terus menyiarkan informasi kejadian melalui VTS dan SROP Surabaya kepada kapal-kapal nelayan maupun kapal niaga yang melintas di sekitar area pencarian agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.