Pixel Code jatimnow.com

Khofifah Apresiasi Sekolah di Tulungagung yang Menerapkan Program SIKAP

Pemerintahan Kamis, 14 Mei 2026 14:45 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memanen bayam merah di SMKN 1 Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memanen bayam merah di SMKN 1 Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di sektor vokasi.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyempatkan melihat sejumlah program ketahanan pangan di SMKN 1 Tulungagung. Beberapa program seperti pertenakan sapi, ayam dan penanaman sayuran menjadi unggulan di sekolah ini. Program tersebut mengajarkan siswa keterampilan praktis seperti bercocok tanam, beternak, hingga mengolah hasil pertanian.

"Ini merupakan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan atau SIKAP, melalui program tersebut, diharapkan siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup dan jiwa kewirausahaan," ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai yang hadir mengatakan total terdapat 48 lembaga pendidikan yang mendapatkan program revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp46,9 miliar. Rinciannya, 20 lembaga di Tulungagung, 11 lembaga di Trenggalek, dan 13 lembaga di Pacitan.

Revitalisasi mencakup berbagai fasilitas penunjang pendidikan, seperti ruang kelas, ruang praktik siswa, laboratorium, perpustakaan, ruang bimbingan konseling (BK), UKS, ruang OSIS, toilet, hingga tempat ibadah.

"Program ini juga menyasar sekolah luar biasa (SLB) sebagai bagian dari penguatan pendidikan inklusi," tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap, peningkatan sarana prasarana pendidikan dan penguatan program vokasi dapat mendorong kualitas pendidikan yang lebih merata serta menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan nasional.