Pixel Code jatimnow.com

Lantik 734 Kepala Sekolah, Bupati Jember Minta Terobosan dalam 6 Bulan

Pemerintahan Minggu, 24 Mei 2026 10:45 WIB
Bupati Jember Lantik 734 kepala sekolah. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Bupati Jember Lantik 734 kepala sekolah. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait melantik 734 kepala sekolah SD dan SMP, pengawas serta penilik sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Olahraga SMPN 7 Jember, Sabtu (23/5/2026).

Pelantikan ini menjadi salah satu pelantikan kepala sekolah terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Dari total sekitar 1.100 formasi kepala sekolah yang tersedia, sebanyak 734 kepala sekolah dilantik pada tahap pertama.

Gus Fawait menegaskan, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk melahirkan perubahan nyata di dunia pendidikan. 

“Enam bulan saya beri waktu untuk melakukan terobosan-terobosan. Karena nanti setiap enam bulan akan kita evaluasi,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan jangka panjang di Kabupaten Jember. 

Oleh sebab itu, para kepala sekolah diminta tidak hanya fokus pada administrasi sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Gus Fawait menilai, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang mampu melahirkan generasi unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta membangun kultur pendidikan yang progresif dan humanis.

“Silakan beraktualisasi diri untuk mendapatkan prestasi baik akademik maupun non-akademik. Pendidikan harus menjadi alat untuk menciptakan masa depan Jember yang lebih baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, para kepala sekolah juga diminta menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyukseskan program-program strategis pemerintah pusat maupun daerah. 

Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Universal Health Coverage (UHC), Peta Cinta, hingga program beasiswa pendidikan.

Menurut Gus Fawait, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Kita minta kepala sekolah ikut membantu sosialisasi program-program pemerintah. Karena menyelesaikan persoalan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu atau dua pihak saja. Semua harus bergerak bersama,” tandasnya.