Pixel Code jatimnow.com

Rektor UIN KHAS Jember Berharap Kurban Jadi Penggugah Semangat Kepekaan Sosial

Peristiwa Kamis, 28 Mei 2026 14:10 WIB
Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni di sela penyembelihan hewan kurban. (Foto: Humas UIN KHAS Jember for jatimnow.com)
Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni di sela penyembelihan hewan kurban. (Foto: Humas UIN KHAS Jember for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada momentum Idul Adha tahun ini mengalami peningkatan. Namun, lebih dari sekadar rutinitas keagamaan, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menegaskan bahwa kurban adalah tonggak utama untuk mengasah kepekaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pesan mendalam tersebut disampaikan Prof. Hepni di sela-sela prosesi penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban di lingkungan kampus UIN KHAS Jember, Rabu (27/5/2026). Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan Idul Adha harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.

"Hari Raya Idul Adha ini memberikan semangat, kebahagiaan, kegembiraan, kepedulian sosial bagi sesama, agar mereka sama-sama gembira di Hari Rata Idul Adha. "Selain mengisi masjid-masjid yang hening, juga mengisi perut-perut yang kosong," ujarnya.

Pada tahun 2026 ini, antusiasme civitas akademika UIN KHAS Jember dalam berkurban patut diapresiasi. Panitia mencatat adanya kenaikan jumlah hewan ternak yang disembelih dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban, tahun ini sapi 9 ekor dan kambing 8 ekor. Paling utama, semangat kepekaan sosial. Karena memang yang sampai kepada Allah SWT bukan daging dan darah hewan jurban, tapi ketakwaan," sebutnya.

Mengingat banyaknya paket daging yang dibagikan, Prof. Hepni menaruh harapan besar agar proses pendistribusian dilakukan secara presisi dan tepat sasaran. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat sekitar yang benar-benar membutuhkan dapat menikmati hidangan daging kurban.

Lebih lanjut, Prof. Hepni membedah esensi spiritual dari ibadah kurban. Ia kembali menyitir dalil agama yang menyebutkan bahwa yang mencapai rida Allah SWT bukanlah daging maupun darah dari hewan kurban, melainkan murni ketakwaan hamba-Nya.

Kepada seluruh internal kampus UIN KHAS Jember, ia menyerukan pesan tegas agar senantiasa mendahulukan ibadah sosial jika memiliki kelapangan rezeki.

"Memang saya serukan agar kita segera berkurban, sebelum menjadi korban. Agar sijauhkan dari Kebahilan, keserakahan kita, kekirian kita dan lain sebagainya," jelasnya.

Menutup keterangannya, Rektor menekankan bahwa momentum Idul Adha adalah waktu yang tepat bagi umat muslim untuk secara simbolis 'menyembelih' sifat kehewanan atau kebinatangan dalam diri masing-masing.

"Berkurban merupakan wujud dari kepekaan sosial untuk berbagi. Sesungguhnya kita semua berkewajiban untuk tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tapi juga ibadah sosial," pungkasnya.