MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung
Peristiwa Senin, 08 Jun 2026 10:05 WIBjatimnow.com - Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Tulungagung menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2026. Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap ODHA.
Puluhan ODHA mengikuti kegiatan MRAN 2026. Mereka berkumpul menjadi satu di tengah nyala lampu lilin.
"MERAN bertujuan untuk mengenang saudara-saudara kita yang telah berjuang melawan AIDS dan para relawan yang menanggulangi AIDS sudah mendahului kita," ujar Wakil Ketua II KPAD Tulungagung, Makrus Manan, Minggu (7/6/2026).
HIV/AIDS masih menjadi penyakit yang harus mendapat atensi. Apabila tidak diatasi dengan pengobatan benar, potensi pada tingkat kematian.
"Setiap tahun temuan kasus HIV/AIDS di Tulungagung bertambah. Maka perlu kerjasama untuk menekan penyebaran HIV/AIDS," terangnya.
Bagi ODHA konsumsi obat Antiretroviral (ARV) memiliki peran penting dalam mengelola penyakit HIV/AIDS. Obat ini berfungsi menghambat reproduksi virus dan mencegah penurunan daya tahan tubuh serta memperpanjang harapan hidup.
Sementara itu, Sekretaris KPAD Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah menambahkan di Jawa Timur tersisa lima KPAD yang masih aktif dan salah satunya Tulungagung. Eksistensi KPAD menunjukan komitmen pemerintah daerah dalam penanggulan HIV/AIDS.
"Ini memang bentuk komitmen pemerintah daerah. Ketika KPAD masih ada, menunjukan pemerintah proaktif dalam merespon kasus HIV/AIDS," jelasnya.
Penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara kolaboratif untuk menguatkan satu sama lain. HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan medis namun menyangkut psikosisial kehidupan ODHA.
"Selain layanan kesehatan dan pengobatan, penanggulangan HIV/AIDS juga dilakukan melalui psikososial," paparnya.
KPAD Tulungagung juga mendorong keterlibatan lintas OPD untuk penanganan HIV/AIDS. Mulai dari mitiagasi, pembuatan arah kebijakan, layanan kesehatan, bantuan sosial hingga menghilangkan stigma dan diskriminasi.
"Setiap OPD sudah memiliki peran dalam penanggulangan HIV/AIDS. Sehingga kolaboratif dapat dilakukan untuk menangani HIV/AIDS di Tulungagung," pungkasnya.