Pixel Code jatimnow.com

Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

Peristiwa Rabu, 10 Jun 2026 17:15 WIB
Penemuan jenazah gemparkan warga Desa Bagorejo, Jember. (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Penemuan jenazah gemparkan warga Desa Bagorejo, Jember. (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Kasus pembunuhan tragis yang dipicu dendam dan sakit hati terjadi di Kabupaten Jember. RA (25), warga Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, nekat menghabisi nyawa temannya sendiri, SA (23), pemuda asal Desa Purwoasri, karena tidak terima terus-menerus di-bully.

Tindakan keji tersebut terbongkar setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah kamar rumah kosong milik orang tua tersangka pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tak butuh waktu lama, Tim Satreskrim Polres Jember berhasil membekuk pelaku di kawasan Kencong dalam kurun waktu kurang dari delapan jam setelah penemuan mayat.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetyo, menjelaskan bahwa insiden mematikan ini bermula delapan hari sebelumnya, yakni pada Senin (1/6/2026). Awalnya, pelaku dan korban sedang ngopi bersama. Saat itu, korban menyinggung masa kecil korban yang sering dibully.

Tersangka kemudian mengajak korban ke rumah orang tuanya. Di lokasi tersebut, korban masih terus melakukan bullying hingga terjadilah percekcokan

Tersulut emosi dan gelap mata akibat ejekan tersebut, RA langsung menyerang SA secara brutal. Pelaku memukul korban dengan tangan kosong, menghantamkan toples kaca, hingga nekat melemparkan senjata tajam jenis celurit.

"Jadi saat perkelahian, karena korban meronta-ronta tersangka lalu mengikat tangan korban. Dalam kondisi lemas dan terikat, tersangka masih melakukan kekerasan kepada korban hingga meninggal dunia," jelas Andry.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, RA mengunci jasad temannya itu di salah satu kamar dan melarikan diri. Selama lebih dari sepekan, mayat tersebut terbengkalai hingga akhirnya sang pemilik rumah mencium bau busuk dan menemukan jenazah korban.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, kecurigaan polisi langsung mengarah kepada anak pemilik rumah, yang tak lain adalah RA. Pelaku dipastikan beraksi seorang diri.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan proses autopsi guna mengetahui detail penyebab kematian. Polisi juga masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka.

"Kita masih dalami, terkait motif yang bersangkutan," pungkasnya.