Pixel Code jatimnow.com

Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Peristiwa 4 jam yang lalu
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Mastrip Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Mastrip Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu 10 Juni 2026 bikin pengendara di Kota Probolinggo menghela napas. Harga baru di SPBU Mastrip sudah dipasang sejak tengah malam, mengikuti penyesuaian PT Pertamina Patra Niaga untuk BBM non subsidi yang berlaku nasional. 

Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter ini pun jadi sorotan karena termasuk lompatan paling tinggi dalam dua tahun terakhir. Diketahui PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan perubahan harga Selasa malam. Alasannya tak jauh dari faktor klasik, yaitu kenaikan harga minyak mentah dunia atau ICP serta pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika. 

Dampaknya, Pertamax RON 92 naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green RON 95 ikut naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. 
Sementara Pertamax Turbo tetap Rp20.750 per liter. Kabar baiknya, BBM subsidi masih aman. Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Dexlite dan Pertamina Dex juga tidak mengalami perubahan.

Pengawas Sif SPBU Mastrip Anton Efendi membenarkan harga baru sudah diterapkan sejak pagi. Ia menyebut proses pergantian stiker berjalan cepat dan tidak menimbulkan gangguan operasional. Menurut Anton, antusiasme pembeli masih normal seperti hari biasa. Tidak ada antrean panjang maupun aksi panic buying di SPBU Mastrip.

“Penyesuaian ini kebijakan standar dari Pertamina. Sampai siang transaksi berjalan normal, tidak ada kendala berarti,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Kenaikan ini langsung dirasakan pengguna kendaraan pribadi. Mohammad , asal kedupok, mengaku harus menambah anggaran harian sekitar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. 

Ia memilih tetap mengisi Pertamax karena kendaraannya memang direkomendasikan pakai RON 92. Isi full tank dari biasanya 40 ribuan sekarang  lebih dari itu. "Tapi kerjaan tetap jalan, mau gimana lagi,” katanya sambil menunggu tangki penuh.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) Probolinggo Louis Hariona menghimbau pada SPBU agar tidak melakukan hal diluar ketentuan, seperti menimbun dan bermain harga karena distribusi dipantau setiap hari. Ia juga menegaskan pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap SPBU untuk antisipasi ada permainan harga di luar ketentuan. 

"Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap SPBU khususnya yang ada di Probolinggo, langkah ini untuk antisipasi ada Permainan harga dan penimbunan BBM," pungkasnya.