Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa
Ekonomi Jumat, 12 Jun 2026 12:24 WIBjatimnow.com - Jaringan gas bumi (jargas) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kini menjadi tulang punggung operasional dapur umum Pondok Pesantren Darullughah Waddawah (Dalwa) di Pasuruan. Pasokan energi yang mengalir selama 24 jam membantu pesantren menyediakan kebutuhan konsumsi bagi sekitar 15 ribu santri setiap hari tanpa khawatir gangguan pasokan.
Pemanfaatan jargas juga membawa dampak signifikan terhadap efisiensi biaya operasional. Pesantren Dalwa mencatat penghematan biaya energi hingga 36 persen dibandingkan sistem yang digunakan sebelumnya.
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu sasaran pengembangan jaringan gas bumi karena memiliki kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan gas bumi di Pesantren Dalwa menunjukkan bahwa energi gas tidak hanya bermanfaat bagi industri, tetapi juga mampu mendukung lembaga pendidikan yang melayani ribuan masyarakat setiap hari,” ujar Arif.
Saat ini, PGN menyalurkan gas bumi di wilayah Pasuruan dengan volume sekitar 22 hingga 23 MMSCFD. Infrastruktur yang tersedia telah melayani lebih dari 40 ribu pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil serta 127 pelanggan komersial dan industri.
Menurut Arif, Pesantren Dalwa menjadi salah satu pelanggan strategis PGN yang bergabung pada 2026. Dengan konsumsi rata-rata mencapai 11 ribu meter kubik per bulan, pesantren tersebut masuk kategori pelanggan komersial dan industri berbasis yayasan pendidikan.
Keandalan pasokan menjadi salah satu alasan utama pemanfaatan jargas di lingkungan pesantren. Berbeda dengan energi berbasis tabung atau pengiriman berkala, gas bumi melalui jaringan pipa tersedia secara terus-menerus sehingga aktivitas dapur dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Dengan jargas, pasokan tersedia selama 24 jam. Pengelola tidak perlu lagi mengkhawatirkan keterlambatan distribusi energi yang dapat menghambat aktivitas dapur dan pelayanan kepada santri,” kata Arif.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh pengelola Pesantren Dalwa. Kepala Bidang Kesiswaan Pesantren Dalwa, Ustad Ismail Ayyub, menjelaskan bahwa dapur pesantren sebelumnya pernah menggunakan kayu bakar, LPG, hingga Compressed Natural Gas (CNG).
Namun, berbagai kendala masih kerap muncul, terutama terkait distribusi pasokan energi.
“Ketika masih menggunakan CNG, pasokan terkadang datang terlambat. Akibatnya proses memasak ikut mundur dan berdampak pada jadwal kegiatan santri,” ujar Ismail.
Menurutnya, kondisi tersebut berubah setelah pesantren menggunakan jaringan gas bumi PGN. Pasokan yang stabil membuat proses memasak lebih terjadwal dan kebutuhan konsumsi ribuan santri dapat dipenuhi tepat waktu setiap hari.
Selain lebih andal, penggunaan jargas juga dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan penyimpanan tabung dalam jumlah besar. Sistem distribusi melalui jaringan pipa turut meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung aspek keselamatan.
Penyaluran gas bumi ke Pesantren Dalwa menjadi bagian dari strategi PGN memperluas pemanfaatan energi bersih ke berbagai sektor produktif dan sosial, termasuk lembaga pendidikan, rumah ibadah, serta pelaku usaha masyarakat.
PGN berharap keberhasilan implementasi jargas di Pesantren Dalwa dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Pasuruan dan sekitarnya untuk beralih menggunakan gas bumi sebagai sumber energi yang lebih efisien, praktis, dan berkelanjutan.