Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka
Wiyata Selasa, 16 Jun 2026 14:45 WIBjatimnow.com – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengembangkan inovasi wound dressing atau pembalut luka medis berbasis bahan alami yang lebih ramah lingkungan dan efektif mencegah infeksi.
Tim peneliti muda ini terdiri dari lima mahasiswa lintas fakultas, yakni Abdullah Imam Abdul Rahman (FKP), Desiva Frisillia Afanty (FF), Alya Nur Azizah (FKM), M Zain Hisyam Al Fikri Zuhdi (FKP), dan Fisti Nisa Nur Azizah (FK).
Ketua tim, Abdullah Imam Abdul Rahman, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan untuk mewujudkan layanan kesehatan masa depan yang lebih hijau. Menariknya, ide awal pengembangan plester luka ini justru terinspirasi dari aplikasi hidrokoloid yang biasa digunakan untuk melapisi makanan.
"Kami berpikir bahwa penelitian ini dapat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan perawatan kesehatan yang lebih baik, khususnya di bidang penyembuhan luka," ungkap mahasiswa yang akrab disapa Abdul tersebut.
Pembalut luka alami ini dibuat dengan memadukan pektin, biopolimer alami dari maizena, serta zat regeneratif dari ekstrak daun teh hijau. Untuk membuktikan efektivitasnya, tim Unair pun telah melakukan serangkaian pengujian yang sangat detail.
Di antaranya melakukam pemeriksaan struktur formulasi menggunakan instrumen Scanning Electron Microscope (SEM) dan Fourier Transform Infrared (FTIR).
Kemudian dilanjutkan uji mekanik meliputi uji daya tarik, uji penyerapan air, serta profil pelepasan bahan aktif. Terakhir, uji in vivo dan histopatologi, untuk melihat efektivitas plester luka secara langsung terhadap proses penyembuhan luka.
Dalam proses risetnya, Abdul mengaku timnya dihadapkan pada berbagai rintangan, mulai dari pengumpulan bahan, perizinan laboratorium, hingga proses uji eksternal. Formulasi hidrokoloid yang mereka teliti juga harus melewati banyak proses trial and error untuk mendapatkan racikan yang sempurna.
"Melalui ide ini, kami berharap dapat memberikan bukti awal yang kuat. Ke depannya, inovasi ini kami proyeksikan bisa berkembang menjadi startup medis yang menginspirasi peneliti lain untuk terus berinovasi di bidang kesehatan," pungkas Abdul.