HGI Research Centre Dukung Pendidikan Vokasi Digital Jawa Timur
Wiyata 11 jam yang lalujatimnow.com - Upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi ekonomi digital memasuki babak baru. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama dengan HGI Research Centre melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan talenta digital berdaya saing global.
Kesepakatan tersebut diteken di Shanghai, Tiongkok, dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Jawa Timur pada 8–12 Juni 2026.
Kerja sama mencakup pengembangan kurikulum, integrasi pendidikan dengan industri, sertifikasi keterampilan internasional, hingga program pertukaran dan kolaborasi lintas negara.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan sektor digital telah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi baru.
“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Centre dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, kami berharap dapat melahirkan talenta muda yang menguasai keterampilan digital terkini, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta berwawasan internasional untuk mendukung pengembangan industri di Jawa Timur,” ujarnya.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang kemitraan yang lebih erat antara sekolah dan dunia usaha. Para siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri sehingga proses pendidikan tidak berhenti pada teori di ruang kelas.
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menilai pendidikan vokasi harus mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga membantu siswa memahami bagaimana industri bekerja dan proyek dijalankan. Saat ini perusahaan membutuhkan individu yang mampu memanfaatkan AI secara efektif. Karena itu kami berupaya membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” kata Wang Chen.
Salah satu agenda utama dalam pembahasan kedua pihak adalah pengembangan program “Chinese + Class Skill”. Model pembelajaran tersebut menggabungkan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional yang diterapkan langsung dalam lingkungan industri.
Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat mempelajari bahasa sekaligus mengasah kompetensi di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan sektor kreatif lainnya. Kombinasi kemampuan teknis dan komunikasi lintas budaya dinilai semakin dibutuhkan oleh perusahaan yang beroperasi di pasar global.
Selama berada di Shanghai, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi seperti Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Rombongan melihat secara langsung penerapan kolaborasi pendidikan dan industri di bidang animasi, pengembangan gim, media digital, kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelestarian budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District, Shanghai, Wang Zhenfei, memaparkan perkembangan pendidikan di wilayahnya yang telah mengintegrasikan pembelajaran AI sejak 2020.
Putuo saat ini memiliki sekitar 160 institusi pendidikan dengan lebih dari 100.000 siswa dan sekitar 12.000 tenaga pendidik serta tenaga kependidikan. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan pendidikan AI di Shanghai.
Kolaborasi antara Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre diharapkan memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Selain meningkatkan kompetensi digital, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengalaman belajar internasional yang dapat memperkuat daya saing lulusan vokasi Indonesia di tingkat global.