Pixel Code jatimnow.com

Melihat Tradisi Grebeg Suro di Pantai Gemah Tulungagung

Time Out 5 jam yang lalu
Warga dan wisatawan berebut tumpeng dalam grebeg suro di Pantai Gemah Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Warga dan wisatawan berebut tumpeng dalam grebeg suro di Pantai Gemah Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat pesisir bersama kelompok sadar wisata Pantai Gemah di Desa Keboireng, Kabupaten Tulungagung, menggelar ritual Grebeg Suro Sedekah Bumi. Mereka mengarak tumpeng raksasa berisi aneka hasil bumi menyusuri kawasan wisata itu dalam rangka memperingati 1 Muharam tahun baru Islam. Kegiatan budaya yang telah digelar sejak beberapa tahun terakhir ini menjadi tontonan wisatawan.

Acara diawali dengan selamatan bersama warga dan wisatawan lalu dilanjutkan dengan mengarak tumpeng menyusuri pantai dan kembali ke panggung utama. Usai diarak keliling kawasan wisata pesisir JLS, tumpeng lalu dipurak atau diperebutkan oleh warga dan wisatawan yang sudah menunggu.

"Grebeg Suro ini dalam rangka menyambut 1 Muharram atau Tahun Baru Islam," ujar Kepala Desa Keboireng, Supirin, Selasa (16/6/2026).

Tradisi budaya itu digelar warga pesisir Desa Keboireng sejak beberapa tahun terakhir. Terutama sejak Pantai Gemah mulai dibuka untuk pariwisata semenjak jalur lintas selatan daerah itu tersambung dan beroperasi untuk umum.

"Tujuannya selain bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga untuk kemajuan wisata Pantai Gemah ke depan," katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai atraksi budaya untuk mendongkrak daya tarik dan kunjungan wisata Pantai Gemah yang saat ini terus menurun hingga 75 persen. Jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun awal JLS dibuka dan wisata Pantai Gemah mulai dikenal masyarakat.

"Dulu setiap akhir pekan atau hari libur, pengunjung bisa mencapai 5 ribu sampai 10 ribu orang. Sekarang jumlahnya jauh lebih sedikit,” katanya.

Supirin menerangkan pengembangan Pantai Gemah saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berakhirnya perjanjian kerja sama pengelolaan yang selama ini menjadi landasan operasional kawasan wisata tersebut.
Kepastian regulasi dan pengelolaan diperlukan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Tulungagung itu. Pihak desa berharap pemerintah daerah dapat membantu percepatan penyelesaian kerja sama pengelolaan sekaligus mendukung penambahan wahana wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah agar pengelolaan wisata dapat berjalan optimal dan pengembangan kawasan bisa terus dilakukan," katanya.

Pelaksanaan Grebeg Suro Sedekah Bumi diharapkan menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat daya tarik wisata Pantai Gemah yang selama ini menjadi penggerak ekonomi warga setempat.