Pixel Code jatimnow.com

APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun

Ekonomi 14 jam yang lalu
APL meresmikan PLTS atap di Sidoarjo berkapasitas 202,2 kWp untuk mendukung transisi energi hijau dan menekan emisi karbon. (Foto: APL for jatimnow.com)
APL meresmikan PLTS atap di Sidoarjo berkapasitas 202,2 kWp untuk mendukung transisi energi hijau dan menekan emisi karbon. (Foto: APL for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) memperkuat komitmen terhadap energi terbarukan dengan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di fasilitas distribusinya di Jawa Timur. Infrastruktur energi bersih tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 264 ton CO2e setiap tahun.

PLTS atap yang dibangun di atas area seluas sekitar 883 meter persegi itu memiliki kapasitas terpasang 202,2 kWp. Sistem tersebut diperkirakan menghasilkan listrik ramah lingkungan sebesar 292.237 kWh per tahun, setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 1.056 pohon setiap tahun.

Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari, Christophe Piganiol, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung target energi terbarukan nasional sekaligus membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan.

“Layanan kesehatan dan keberlanjutan memiliki keterkaitan yang erat. Saat kami berupaya memperluas akses layanan kesehatan di Indonesia, kami juga bertanggung jawab mendukung masa depan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. PLTS atap ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target energi terbarukan Indonesia,” ujarnya.

Peresmian PLTS atap tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Moh. Bahrul Amig. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.

“Peresmian PLTS atap di APL Jawa Timur sejalan dengan misi Kabupaten Sidoarjo dalam membangun infrastruktur ekonomi dan sosial yang modern serta berkeadilan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kami menyambut baik langkah seperti ini karena mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi industri lain untuk menerapkan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan,” kata Amig.

Dukungan juga datang dari sektor kesehatan. Ketua Tim Inspeksi Fasilitas Obat Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, Wahyuwasti Kiki M., mengapresiasi integrasi prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

“Adopsi sumber energi yang lebih bersih menunjukkan pendekatan yang sejalan dengan tujuan pelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami berharap sinergi antara BBPOM dan APL dapat terus diperkuat dalam melayani masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Pembangunan PLTS atap tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU). Perusahaan penyedia solusi energi berkelanjutan itu mendukung penerapan teknologi surya yang dinilai andal, efisien, dan sesuai standar keselamatan kerja maupun regulasi pemerintah.

Presiden Direktur HIJAU, Victor Samuel, menilai sektor kesehatan dapat menjadi contoh penerapan energi bersih di Indonesia.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa keunggulan operasional di sektor kesehatan dapat berjalan beriringan dengan solusi energi bersih yang berkelanjutan. Kami berharap proyek ini menjadi katalis bagi adopsi teknologi hijau di berbagai sektor industri,” katanya.

Sebelum fasilitas Jawa Timur beroperasi, APL telah memasang PLTS di National Distribution Center Cikarang dan titik distribusi Medan.

Dengan tambahan instalasi terbaru tersebut, total produksi energi bersih dari seluruh fasilitas APL diperkirakan mencapai 1,4 GWh per tahun dengan pengurangan emisi sekitar 1.000 ton CO2e per tahun.

Selain pemanfaatan energi surya, perusahaan juga menjalankan program elektrifikasi armada distribusi secara bertahap serta audit energi di sejumlah fasilitas sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi jangka panjang.