Pakar Sebut Cuaca Ekstrem Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas
Wiyata 9 jam yang lalujatimnow.com – Pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, mengungkapkan bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadi faktor utama di balik makin masifnya penularan penyakit demam berdarah.
Agung menjelaskan, cuaca ekstrem yang melanda kawasan ASEAN, khususnya Indonesia, berdampak sangat kuat terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
"Kenaikan suhu, curah hujan yang tinggi, serta perpanjangan musim hujan menyebabkan perluasan daerah jelajah nyamuk. Akibatnya, usia nyamuk bertambah dan mereka tidak gampang mati," kata Agung, Jumat (19/6/2026).
Selain populasi nyamuk yang makin masif, Agung memperingatkan adanya manifestasi klinis DBD yang kini semakin beragam dan berbahaya. Virus Dengue tidak lagi sekadar menyerang pembuluh darah yang memicu penurunan trombosit.
Ia membeberkan bahwa virus ini sekarang dapat memicu lonjakan enzim hati secara masif. Bahkan, penelitian di Surabaya menemukan adanya mutasi dampak virus terhadap sistem saraf manusia.
"Ada kasus khusus di mana virus Dengue langsung menginfeksi sistem saraf anak-anak dan menimbulkan gejala ensefalitis atau infeksi otak," tegasnya.
Menghadapi ancaman virus yang terus berevolusi, dunia medis merespons dengan teknologi inovatif, salah satunya penyebaran nyamuk ber-Wolbachia. Wolbachia adalah bakteri alami yang dapat memblokir transmisi virus Dengue di dalam tubuh nyamuk.
Agung merinci tiga cara kerja efektif bakteri Wolbachia dalam menekan DBD. Dimana bakteri ini bersimbiosis dengan serangga Aedes, membuat sistem imun nyamuk aktif sehingga tidak mudah terinfeksi virus Dengue.
Bakteri tersebut juga mampu melemahkan gigitan. Dimana probosis (mulut) nyamuk yang digunakan untuk menusuk kulit manusia menjadi lemah.
Selain itu, bakteri Wolbachia juga mampu membuat nyamuk mandul. Nyamuk jantan yang terinfeksi Wolbachia akan memiliki sperma mandul. Jika kawin dengan betina tanpa Wolbachia, telurnya dipastikan tidak bisa menetas.
"Inovasi ini telah terbukti sangat efektif. Di Yogyakarta, pelepasan nyamuk ber-Wolbachia berhasil menurunkan angka kasus DBD hingga 77 persen dan menekan tingkat rawat inap secara drastis. Bakteri ini juga dipastikan aman bagi manusia," jelasnya.