Massa Aksi Dukung MBG di Malang Panen Hadiah, dari Sayuran hingga Kulkas
Peristiwa Sabtu, 20 Jun 2026 18:36 WIBjatimnow.com – Ribuan warga Malang Raya menggelar aksi demonstrasi menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tetap dilanjutkan. Aksi yang dikemas dalam bentuk 'Apel Akbar' ini dipusatkan di kawasan Bundaran Tugu, di antara Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang, pada Sabtu (20/6/2026) pagi.
Massa yang didominasi pakaian serba putih bertuliskan '82 Juta Penerima Manfaat Prabowo Baik' ini menyuarakan penolakan keras terhadap wacana pembubaran program. Mereka menilai evaluasi terkait dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) pusat tidak seharusnya mengorbankan pelaksanaan MBG di daerah yang sudah berjalan dengan baik.
Uniknya, massa aksi yang hadir tak hanya berorasi, mereka juga turut menggelar kegiatan senam zumba dan bagi-bagi hadiah. Terlihat beberapa hadiah mulai sayuran, buah-buahan, tumbler atau botol minum, payung, setrika, hingga hadiah utama berupa kulkas, juga disiapkan panitia aksi. Beberapa emak-emak yang diminta menyuarakan aspirasi dukungan terhadap MBG langsung diganjar hadiah - hadiah tersebut.
Dari sekian banner sindiran terhadap mereka yang menolak program MBG dengan mengatasnamakan mahasiswa, ada satu spanduk yang paling mencuri perhatian. Spanduk tersebut bertuliskan 'Usir Mahasewa yang Mengaku Mahasiswa dari Bumi Arema', yanh dibentangkan tepat di depan Gedung DPRD Kota Malang, atau di sebelah kiri panggung hiburan.
Koordinator MBG Malang Raya Djoni Sudjatmoko mengungkapkan, program MBG yang berjalan satu tahun membuat banyak dari para UMKM, petani, peternak, hingga pedagang sayur, diberdayakan dan diuntungkan. Makanya ia mendorong agar pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan MBG.
"ini menjadi menguat di publik tentang program strategis nasional yang digagas oleh pemerintah hari ini, yaitu Presiden Prabowo. Biar menggaungkan energi positif agar program ini bisa berjalan dengan dukungan masyarakat, dan target capaian penerima manfaat, khususnya di program MBG ini, bisa meningkat sampai 82 juta seperti instruksi dari Pak Presiden Prabowo," kata Djoni.
Pria yang juga menjabat ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (Gapembi) Malang Raya ini berpendapat, program MBG memang perlu dievaluasi setelah adanya dugaan korupsi dan suap pengurusan dapur, termasuk mengevaluasi bila ada kejadian - kejadian keracunan yang ada. Tapi hal itu tak berarti harus meniadakan dan menghentikan program itu sendiri di daerah - daerah..
"MBG yang sebelumnya kemanfaatannya sudah dirasakan, efek awal adanya keracunan sudah diminimalisir, kemudian perbaikan-perbaikan di SPB-SPBG untuk masalah higienis sudah terus dilaksanakan, sehingga di lapangan itu sudah minim sekali kesalahan dari SPBG. Lah kok malah dituntut untuk bubar," terangnya.
Ia mengakui adanya permasalahan di kantor pusat terkait adanya dugaan praktik korupsi. Tapi juga menurutnya telah dilakukan pembenahan oleh pemerintah.
"Itu kan sudah diselesaikan oleh pemerintah, dibersihkan di atas. Tapi di lapangan, ini kan berjalan sudah sangat baik gitu," imbuhnya.
Ia pun mendorong MBG tetap dilaksanakan merata dan tidak menyasar daerah 3T. Apalagi MBG merupakan salah satu janji politik Prabowo-Gibran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dimana salah satunya pemenuhan gizi menjadi hal utama untuk menyiapkan generasi muda.
"MBG ini adalah amanat janji kampanye, ya, harus dilaksanakan. Karena Pak Prabowo dipilih salah satunya ya karena MBG ini gitu lho. Makanya enggak logis kalau ada yang bilang macam-macam, wong ini sudah berjalan baik di bawah," kata dia.
"3T itu kan sedikit. Ini kan ngomong Indonesia Emas. Indonesia Emas itu bukan di 3T aja gitu lho. Indonesia Emas ini ya keseluruhan, ya, merata. Seluruh anak-anak kita itu dapat asupan gizi yang merata," pungkasnya.