Liburan Sekolah, Momen Emas Rekat Hubungan Orang Tua dan Anak
Time Out 14 jam yang lalujatimnow.com - Rutinitas harian yang padat sering kali mengikis waktu berkualitas antara orang tua dan anak. Menjawab tantangan tersebut, momen liburan sekolah pada Juni hingga Juli 2026 menjadi pembuka jalan bagi banyak keluarga untuk merajut kembali kedekatan yang sempat renggang akibat kesibukan kerja maupun tugas akademik.
Fenomena kejenuhan perkotaan menangkap pergeseran tren yang nyata. Liburan kini bukan lagi sekadar pelarian menuju destinasi wisata yang jauh, melainkan pencarian ruang interaksi yang hangat dan bermakna.
Menangkap kebutuhan tersebut, Crown Prince Hotel Surabaya meluncurkan rangkaian aktivitas ramah keluarga bertajuk Fun Holiday!.
Salah satu program andalannya, Mom & Me Day Out, menggandeng Agatis Stationery untuk mengajak anak-anak menumpahkan imajinasi lewat goresan warna di atas kertas, dengan didampingi langsung oleh orang tua mereka.
"Banyak keluarga yang datang ke tempat kami benar-benar mencari kesempatan untuk menikmati kebersamaan yang utuh. Kami tidak sekadar menjual fasilitas fisik, tetapi membangun suasana yang mendukung kenyamanan interaksi tersebut," ujar Room Division Manager Crown Prince Hotel Surabaya, Nidhom Ali, Senin (22/6/2026).
Pihak manajemen hotel tengah kota Surabaya juga menyediakan fasilitas pendukung seperti Kids Corner serta pilihan akomodasi tipe Classy Room.
Kamar seluas 53 meter persegi yang dilengkapi ruang tamu ini memberikan keleluasaan bagi anak-anak untuk bergerak bebas sembari menikmati panorama urban sepanjang Jalan Raya Basuki Rahmat.

Dari kacamata psikologi perkembangan, aktivitas komunal di dalam keluarga membawa dampak yang masif bagi emosional anak. Langkah kreatif sederhana dinilai jauh lebih efektif membentuk karakter dibandingkan agenda liburan mewah yang bersifat seremonial.
Human Resources Manager Crown Prince Hotel Surabaya, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa anak-anak membutuhkan ruang lapang untuk bereksplorasi sekaligus mengekspresikan diri secara bebas.
"Kegiatan seperti mewarnai terbukti melatih kreativitas, membangun fokus, rasa percaya diri, hingga kemampuan berkomunikasi anak. Manfaat ini akan berlipat ganda ketika orang tua terlibat langsung, karena ada ikatan emosional kuat yang terbangun dari pengalaman kolektif tersebut," tutur Hendra.
Pada akhirnya, esensi dari masa jeda akademik ini terletak pada memori yang berhasil diproduksi bersama. Di tengah gempuran teknologi gawai yang makin individualistis, ruang-ruang fisik yang memicu percakapan dan tawa langsung menjadi investasi berharga bagi tumbuh kembang psikologis anak.