Alumni PCINU se-Dunia Dorong Penguatan Kelembagaan dan Diplomasi Internasional NU
Peristiwa Senin, 22 Jun 2026 18:30 WIBjatimnow.com - Forum Alumni Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) se-Dunia menghasilkan empat rekomendasi strategis untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat global. Rekomendasi tersebut disepakati dalam pertemuan yang digelar di Lotus Garden Hotel Kediri, Minggu (21/6/2026), dengan melibatkan para alumni PCINU dari berbagai negara.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat jejaring internasional NU sekaligus mengoptimalkan kontribusi para alumni yang telah memiliki pengalaman organisasi dan pendidikan di luar negeri.
Empat rekomendasi utama yang dihasilkan mencakup penguatan kelembagaan PCINU, penguatan diplomasi internasional, optimalisasi peran alumni, serta penguatan solidaritas global dalam sektor pendidikan.
Pada aspek kelembagaan, forum mendorong adanya penguatan regulasi dan tata hubungan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan PCINU agar keberadaan cabang istimewa di berbagai negara semakin terintegrasi dengan program-program strategis organisasi.
Penguatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas peran PCINU sebagai bagian dari pengembangan jaringan internasional NU.
Selain itu, peserta pertemuan juga menegaskan pentingnya memperkuat fungsi diplomasi internasional. PCINU diharapkan dapat berperan sebagai representasi resmi NU di tingkat global melalui pendekatan diplomasi publik atau second-track diplomacy yang selaras dengan arah kebijakan PBNU.
Untuk mewujudkannya, diperlukan mandat dan kebijakan yang lebih jelas agar PCINU memiliki ruang gerak yang lebih terarah dalam menjalankan peran internasionalnya.
Forum juga menyoroti pentingnya optimalisasi kontribusi alumni PCINU setelah kembali ke Indonesia. Para alumni dipandang sebagai aset strategis yang memiliki kapasitas akademik, jejaring global, dan pengalaman internasional yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penguatan organisasi maupun pembangunan di berbagai bidang profesional.
Karena itu, diperlukan mekanisme yang mampu menghubungkan dan memberdayakan para alumni secara berkelanjutan.
Di sektor pendidikan, pertemuan mendorong penguatan nilai kolaborasi, kerja sama, dan solidaritas global dalam sistem pendidikan NU. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang adaptif, terbuka, serta mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis.
Forum Alumni PCINU se-Dunia menegaskan bahwa penguatan jaringan internasional NU harus dibarengi dengan penguatan peran kelembagaan yang lebih terstruktur.
"Penguatan PCINU bukan hanya untuk memperkuat jejaring organisasi di luar negeri, tetapi juga untuk menempatkan NU sebagai aktor penting dalam diplomasi publik internasional dan penguatan peradaban global," demikian pernyataan Forum Alumni PCINU se-Dunia dalam rekomendasi yang dibacakan pada pertemuan tersebut.
Forum juga menilai pengalaman internasional yang dimiliki para alumni merupakan modal penting yang harus terus dioptimalkan.
"Jaringan alumni PCINU merupakan aset strategis yang harus terus diberdayakan. Pengalaman internasional yang dimiliki para alumni perlu diintegrasikan untuk mendukung kemajuan organisasi, bangsa, dan masyarakat global," tulis Forum Alumni PCINU se-Dunia.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh alumni PCINU, di antaranya Dr. H. Hilmy Muhammad, MA (Sudan), H. Abdul Latif Malik, Lc., M.Pd (Suriah), Dr. Eng. Muhammad Kozin (Jepang), H. Nasrullah Sudirman, Lc., M.Pd.I (Libia), H. M. Hilmi Ashhiddiqie Al Aroky (Sudan), H. Abdul Wahab Nafán, MA., Ph.D (Sudan), serta Hery Haryanto Azumi.