Pixel Code jatimnow.com

Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Persatuan dan Tangkal Hoaks

Politik 16 jam yang lalu
Indah Kurnia menyampaikan gagasan dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Tim Media Center for jatimnow.com)
Indah Kurnia menyampaikan gagasan dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Tim Media Center for jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/6).

Kegiatan yang dihadiri pengurus partai, simpatisan, serta warga dari Waru, Gedangan, dan Sedati tersebut menjadi ruang dialog mengenai nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam pemaparannya, Indah menyampaikan perkembangan terkait status hukum Presiden pertama RI, Soekarno. Menurutnya, pencabutan TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 menjadi informasi penting yang perlu diketahui masyarakat.

"TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 tentang pencabutan kekuasaan negara dari Presiden Soekarno telah dicabut. Artinya, tuduhan bahwa Bung Karno melakukan pengkhianatan terhadap negara dan mendukung PKI tidak terbukti. Kami akan terus menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat sebagai bagian dari tugas dan fungsi anggota MPR RI," ujar Indah.

Peraih mandat rakyat untuk periode keempat di Senayan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan sosial. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas.

"Tetap rukun, tetap guyub, dan terus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan. Semangat gotong royong, berbagi kepada sesama, toleransi, serta mencintai bangsa dan tanah air harus terus dijaga," katanya.

 

Indah juga mengingatkan warga agar menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Mari berbakti kepada negeri ini dengan cara kita masing-masing. Jika belum bisa memberikan manfaat yang besar, setidaknya jangan menambah masalah atau keburukan bagi sesama," tuturnya.

Pandangan serupa disampaikan Ade, narasumber lokal yang juga menjabat Ketua Yayasan Wahana Narasi Indonesia di Sidoarjo. Ia menilai kegiatan sosialisasi kebangsaan masih sangat relevan, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital.

"Saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Bu Indah. Anak-anak muda perlu memahami Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan agar memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," tandasnya.