Pixel Code jatimnow.com

Dividen Gudang Garam Naik, Pemegang Saham Terima Rp800 per Lembar

Ekonomi 14 jam yang lalu
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Gudang Garam yang digelar di Grand Surya Hotel. (Foto: GG for jatimnow.com)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Gudang Garam yang digelar di Grand Surya Hotel. (Foto: GG for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) meningkatkan pembagian dividen kepada pemegang saham seiring membaiknya kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Grand Surya Hotel, Kediri, Senin (23/6/2026), pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,539 triliun atau Rp800 per saham.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp962,044 miliar atau Rp500 per saham dari laba tahun buku 2024.

Berdasarkan hasil RUPST, penggunaan laba tahun buku 2025 yang disetujui untuk dividen mencapai Rp1.539.270.400.000. Sementara sisa laba akan dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat modal kerja perusahaan.

Kenaikan dividen tersebut sekaligus mencerminkan membaiknya laba yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham. Para investor menerima Rp800 per lembar saham.

Sebelum kembali meningkatkan dividen, Gudang Garam sempat melakukan “puasa dividen”. Dalam RUPS yang membahas kinerja tahun buku 2023, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen dan mengalokasikan seluruh laba untuk memperkuat struktur permodalan dan kebutuhan operasional perusahaan.

Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, besaran dividen Gudang Garam masih berada di bawah level sebelum tekanan industri rokok meningkat. Pada tahun buku 2022, perusahaan membagikan dividen sebesar Rp2,31 triliun atau Rp1.200 per saham. Sementara dari laba tahun buku 2021, Gudang Garam membagikan dividen sekitar Rp4,32 triliun atau Rp2.250 per saham, yang menjadi salah satu pembagian dividen terbesar dalam sejarah perseroan.

Selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga mengangkat Adhi Wibawa Wonowidjojo sebagai Komisaris Perseroan hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2030.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

• Presiden Komisaris: Juni Setiawati Wonowidjojo

• Komisaris: Adhi Wibawa Wonowidjojo

• Komisaris Independen: Frank Willem van Gelder

• Komisaris Independen: Gotama Hengdratsonata

• Komisaris Independen: Hanlim Suprianto

Sementara susunan Direksi Perseroan tetap dipimpin Presiden Direktur Susilo Wonowidjojo bersama jajaran direksi lainnya.

Selain itu, RUPST juga menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan sebagai auditor perseroan untuk tahun buku 2026, serta menyetujui perubahan anggaran dasar terkait penyesuaian klasifikasi lapangan usaha sesuai ketentuan terbaru.

Kenaikan laba dan dividen tersebut menjadi sinyal positif bagi investor di tengah tantangan industri hasil tembakau yang masih menghadapi tekanan dari kenaikan cukai, persaingan pasar, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.