Dituduh Lapor Pungli ke Bupati, ASN Jember Ancam Bunuh Rekan dengan Celurit
Lapor Rabu, 24 Jun 2026 18:00 WIBjatimnow.com – Ketegangan antarsesama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berujung pada ranah pidana. Seorang oknum koordinator distribusi Pasar Tanjung berinisial AH nekat mengancam rekan kerjanya, HR, menggunakan sebilah celurit pada Selasa (23/6/2026) pagi.
Insiden mencekam yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di pos pengamanan pasar tersebut diduga kuat dipicu dendam pribadi. AH menuding HR yang bertugas sebagai anggota Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) telah melaporkan dirinya terkait dugaan penyimpangan distribusi pasar.
Tak terima nyawanya terancam, HR bersama kuasa hukumnya, Anasrul, langsung mendatangi Mapolres Jember untuk melaporkan tindak pidana pengancaman tersebut.
"Tadi pagi setengah 9 saya ditelepon oleh Ibu Heri bahwa ada kejadian di Pasar Tanjung, tepatnya di pos pengamanan karena di sana ada acara pasar murah. Beliau diancam oleh saudara Ahmadi (AH)," kata Anas.
Anasrul membeberkan, pelaku marah besar dan mengeluarkan ancaman verbal yang sangat intimidatif.
"Bilang saya bunuh kamu, jangan macam-macam, saya santet. Alasan ini karena beberapa waktu lalu, kawan-kawan laporan tahun 2020 terkait pengelolaan distribusi Pasar Tanjung yang diduga ada penyimpangan. Karena terlapornya yang bersangkutan (AH) ke Wadul Gus’e, mungkin dia tidak terima," ujarnya.
Merespons laporan pengancaman tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat. Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan terlapor (AH) untuk menjalani pemeriksaan.
"Kami mendapatkan informasi adanya ketegangan antara kedua pegawai di Pasar Tanjung sekitar pukul 10.00 WIB. Kita langsung tindak lanjuti mendatangi TKP. Pelapor atas nama Heri (HR) mengaku mendapatkan ancaman secara fisik dengan menggunakan senjata tajam oleh AH," ungkapnya.
Saat ini, penyidik kepolisian masih mendalami apakah aksi koboi oknum ASN tersebut murni spontanitas atau sudah direncanakan sebelumnya.
Fokus penyelidikan ditekankan pada keberadaan senjata tajam yang digunakan pelaku.
"Keterangan pelapor, saat itu AH memang sudah berada di lokasi dan bertemu dengan HR. Apakah senjatanya sudah disiapkan terlebih dahulu, masih kita dalami dan saat ini masih dalam pemeriksaan," jelasnya.
AH kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jember. Pihak kepolisian juga sedang merumuskan penerapan pasal tindak pidana yang tepat untuk menjerat oknum koordinator pasar tersebut atas aksi pengancamannya.