Pixel Code jatimnow.com

Kejutan Ekuador dan Sengitnya Grup E, Tiga Tim Lolos ke Babak 32 Besar

Olah Raga 11 jam yang lalu
Pemain Jerman saat melawan Ekuador di Piala Dunia 2026. (Foto: instagram germanyfootball)
Pemain Jerman saat melawan Ekuador di Piala Dunia 2026. (Foto: instagram germanyfootball)

jatimnow.com - Matchday terakhir Grup E Piala Dunia 2026 menyajikan drama penuh kejutan. Di luar dugaan, Ekuador sukses menumbangkan tim raksasa Jerman dengan skor tipis 2-1. Di partai lainnya, Pantai Gading berhasil mengamankan poin penuh setelah mengandaskan perlawanan Curacao dua gol tanpa balas.

Meski menelan kekalahan mengejutkan dari Ekuador, Jerman tetap berhak keluar sebagai juara Grup E. Skuad asuhan Julian Nagelsmann tersebut ditemani oleh Pantai Gading yang lolos sebagai runner-up. Menariknya, Ekuador yang finis di peringkat ketiga juga dipastikan mengamankan tiket ke babak 32 besar.

Persaingan di papan atas Grup E terbilang sangat ketat. Jerman dan Pantai Gading sama-sama mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan. Namun, Die Mannschaft berhak berada di puncak klasemen berkat keunggulan head-to-head.

Sebelum dijegal Ekuador, Jerman sudah lebih dulu mengantongi dua kemenangan meyakinkan atas Curacao dan Pantai Gading. Di sisi lain, dua kemenangan Pantai Gading diraih saat bersua Curacao dan Ekuador.

Keberhasilan menumbangkan Jerman menjadi berkah luar biasa bagi Ekuador. Tambahan tiga angka ini membuat tim wakil Amerika Selatan tersebut finis di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin, hasil dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Dengan tabungan empat poin tersebut, Ekuador dipastikan mengunci posisi dalam daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik. Catatan positif ini membawa mereka menyusul langkah Jerman dan Pantai Gading ke fase gugur 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara itu, nasib tragis harus dialami Curacao. Menempati posisi juru kunci, mereka hanya mampu mengemas satu poin dari hasil imbang melawan Ekuador. Kekalahan dari Pantai Gading pun resmi membuat Curacao harus mengepak koper lebih awal dari turnamen sepak bola terakbar di dunia