Pixel Code jatimnow.com

Perayaan Hari Skateboard Sedunia di Tulungagung, Keluhkan Minimnya Pembinaan

Olah Raga Jumat, 26 Jun 2026 08:45 WIB
Pemain Skateboard saat perayaan hari Skateboard Sedunia di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Pemain Skateboard saat perayaan hari Skateboard Sedunia di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan pemain skateboard berkumpul di Tulungagung untuk merayakan Hari Skateboard Sedunia. Mereka berkumpul di area skateparak yang berada di Alun-alun Tulungagung. Pada momen tersebut, Komunitas Skateboard Tulungagung menyoroti sejumlah fasilitas skatepark rusak dan belum adanya pembinaan atlet dari pemerintah daerah.

Panitia Go Skateboarding Day 2026 Tulungagung, Irfan Abror Naim mengatakan setiap tanggal 21 Juni para pemain skateboard selalu merayakan Go Skateboarding Day. Pada tahun 2026, sejumlah komunitas di wilayah Jawa Timur merayakan Hari Skateboard Sedunia 2026 di Alun-alun Tulungagung.

"Sebenarnya peringatan Hari Skateboard Sedunia jatuh pada tanggal 21 Juni. Tapi di Tulungagung merayakan pada tanggal 24 Juni 2026," ujarnya, Kamis (25/6/2026)

Ada berbagai macam rangkaian kegiatan dalam Go Skateboarding Day 2026 di Tulungagung. Mulai dari kompetisi high ollie, long ollie, best trik game of skate (GOS), mural graffiti, fingerboard, DJ dan Hip Hop.

"Komunitas skateboard yang datang cukup banyak. Dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, Madiun, Trenggalek, Kediri, Tulungagung dan beberapa wilayah lain," terangnya.

Irfan menjelaskan di Tulungagung pemain skateboard cukup banyak. Sayangnya pemain skateboard hanya terbatas komunitas. Padahal ada pemain skateboard yang ingin menjadi atlet profesional mengharumkan nama daerah.

"Kalau di Tulungagung ada sekitar 40 pemain skateboard. Ini masih sekedar hobi, tapi ada anak-anak yang ingin ke jalur atlet," jelasnya.

Saat ini komunitas skateboard di Tulungagung belum masuk pembinaan Komite Olahraga Nasional (KONI). Padahal di daerah lain sejumlah pemain skateborad sudah menjadi atlet dan bertanding di kejuaraan bergengsi seperi PON dan FORNAS.

"Sebenarnya KONI pernah datang kepada kami untuk menawarkan bergabung ke jalur atlet. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar dari KONI," paparnya.

Para pemain skateboard Tulungagung berharap dapat masuk pembinaan KONI. Sehingga pemaian skateboard di Tulungagung bisa berkembang seperti di daerah lain untuk menjadi atlet yang membanggakan.

"Pembinaan di Tulungagung belum ada, jadi kami hanya komunitas. Tapi harapan kami bisa masuk ke KONI untuk menjadi atlet seperti daerah lain," ungkapnya.

Irfan juga menyoroti fasilitas skatepark di Tulungagung. Setidaknya ada dua lokasi skatepark yakni di Alun-alun Tulungagung dan Taman Pinka. Namun hanya skatepark Alun-alun Tulungagung yang dapat digunakan.

"Fasilitas skatepark sebenarnya sudah banyak yang rusak. Sedangkan di skatepark Taman Pinka tidak bisa digunakan karena design terlalu ekstrem," pungkasnya.