Pixel Code jatimnow.com

Musim Sekolah Dongkrak Gadai Emas BSI Region Office VIII Surabaya

Ekonomi 13 jam yang lalu
Regional CEO RO VIII Surabaya BSI, Jajang Abdul Karim, disela Media Gathering di Kantor BSI RO VIII Surabaya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Regional CEO RO VIII Surabaya BSI, Jajang Abdul Karim, disela Media Gathering di Kantor BSI RO VIII Surabaya, Jumat (26/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Office VIII Surabaya mencatat pertumbuhan signifikan hingga Mei 2026.

Produk tabungan emas menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan jumlah rekening mencapai 92,57 persen atau bertambah lebih dari 31 ribu akun baru.

Momentum penerimaan siswa baru juga ikut mengerek transaksi gadai emas. Sepanjang Juni 2026, nilai pembiayaan gadai di BSI RO VIII Surabaya telah melampaui rata-rata bulanan hingga menembus lebih dari Rp50 miliar dan diperkirakan masih meningkat sampai pertengahan Juli.

Regional CEO RO VIII Surabaya BSI, Jajang Abdul Karim, mengatakan kebutuhan biaya pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat memanfaatkan emas sebagai sumber pembiayaan jangka pendek.

"Kebutuhan dana untuk biaya sekolah membuat masyarakat memanfaatkan emas sebagai sumber pembiayaan. Pola itu terjadi hampir setiap tahun. Biasanya permintaan meningkat saat Ramadan dan tahun ajaran baru, kemudian melandai pada Agustus sebelum kembali naik pada kuartal keempat," katanya saat Media Gathering NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) di Kantor BSI RO VIII Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Tak hanya gadai, dua produk bullion lainnya juga tumbuh pesat. Produk cicil emas meningkat 89,6 persen, sedangkan gadai emas naik 74,1 persen secara tahunan (year on year).

Jajang menilai tren tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap investasi emas berbasis syariah.

Produk bullion BSI kini diminati berbagai kelompok usia, mulai dari Gen Z dan milenial yang membangun portofolio investasi hingga masyarakat yang menjadikan emas sebagai aset pelindung nilai.

"Bisnis bullion BSI memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Produk emas kami hadir sebagai solusi finansial yang relevan bagi masyarakat, baik untuk perencanaan investasi jangka panjang maupun pemenuhan kebutuhan likuiditas mendesak," ujarnya.

BSI juga mengubah strategi pemasaran investasi emas sepanjang 2026. Jika tahun lalu menyasar generasi Z, kini perusahaan lebih fokus menggaet kalangan profesional, pegawai berpenghasilan tetap, dan pelaku usaha.

Evaluasi perusahaan menunjukkan Gen Z mampu mendorong pertumbuhan pembukaan rekening emas, namun nilai investasinya masih relatif kecil dan aktivitas transaksinya belum berkelanjutan.

"Tahun lalu kami berhasil menarik banyak Gen Z membuka rekening emas. Namun nominal investasinya masih kecil dan sebagian besar tidak aktif bertransaksi setelah pembukaan rekening. Karena itu tahun ini kami lebih fokus kepada profesional dan pengusaha yang memiliki pendapatan rutin sehingga aktivitas investasinya lebih berkelanjutan," jelas Jajang.

Untuk memperluas layanan, BSI RO VIII Surabaya terus menambah jaringan kantor. Setelah membuka tujuh outlet baru sepanjang 2025, perusahaan bersiap mengoperasikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Surabaya Benowo pada 2026.

Ekspansi tersebut dibarengi penguatan layanan digital melalui aplikasi BYOND by BSI.

Nasabah dapat membeli, mencicil, menggadaikan, hingga mengelola investasi emas dalam satu platform berbasis syariah.

BSI juga menggelar program literasi investasi bertajuk BSI Fresh Point setiap Minggu di halaman Gedung BSI RO VIII Surabaya, Jalan Basuki Rahmat.

Program tersebut menyasar pesepeda, pelari, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Basra Loop dengan menghadirkan layanan cuci emas, edukasi investasi syariah, pemeriksaan kesehatan ringan, hingga fasilitas publik gratis.

"Melalui kegiatan BSI Fresh Point, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya sebagai mitra finansial yang menyediakan edukasi produk bullion, tetapi juga sebagai sahabat sosial dan spiritual yang membawa kebermanfaatan nyata di tengah komunitas," pungkas Jajang.