Demo Indonesia Sekarat Kepung Grahadi, Massa Soroti MBG Kenaikan Harga BBM
Peristiwa 5 jam yang lalujatimnow.com - Suara pengeras menggema di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026). Seratusa orang yang tergabung dalam aksi "Warga Surabaya Turun Ke Jalan" memadati Jalan Gubernur Suryo sambil menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Aksi dimulai dengan long march dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel). Setibanya di depan Grahadi sekitar pukul 16.20 WIB, peserta langsung membentuk barisan menghadap gedung gubernur. Aktivitas itu membuat seluruh ruas Jalan Gubernur Suryo untuk sementara tidak dapat dilintasi kendaraan.
Secara bergantian, para peserta menyampaikan orasi. Mereka menilai sejumlah program pemerintah belum menjawab kebutuhan masyarakat.
"Dikira kita bodoh. Kalau tidak jelas programnya, hapuskan saja," seru salah satu orator dari atas mobil komando.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu yang paling disorot. Menurut massa, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka bahkan meminta program tersebut dihentikan apabila pelaksanaannya tidak mengalami perbaikan.
"Kalau enggak ada perubahan, lebih baik dibatalkan," ucap orator yang langsung disambut tepuk tangan peserta aksi.
Selain menyoroti MBG, demonstran juga membawa sederet tuntutan lain. Mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI, penghentian reklamasi Surabaya Waterfront Land, hingga peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan.
Massa juga menuntut pemerintah membuka lapangan kerja yang layak, menyediakan transportasi publik yang gratis dan inklusif, membebaskan tahanan politik, serta menghentikan keterlibatan TNI dalam urusan sipil.
Sebelumnya, Kasubnit 1 Turjawali Polrestabes Surabaya, Ipda Purwono, membenarkan pihak kepolisian telah menerima surat pemberitahuan aksi tersebut dari aliansi Arek Surabaya Cinta Kerukunan. Aparat disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Hingga sore, massa masih bertahan di depan Grahadi. Orasi berlangsung bergantian di bawah pengawalan aparat kepolisian, sementara arus kendaraan dialihkan ke sejumlah ruas jalan di sekitar pusat Kota Surabaya.