Ecoton Edukasi Santri Jember soal Deforestasi, Mikroplastik, dan Zero Waste
Peristiwa 8 jam yang lalujatimnow.com - Sebanyak 300 santri Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mengikuti seminar edukasi lingkungan dan pelatihan pembuatan eco enzyme bersama Ecoton, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut membekali para santri dengan pengetahuan mengenai ancaman kerusakan lingkungan sekaligus praktik pengelolaan sampah organik.
Wakil Kepala Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, dr. Kholisatul Widad, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar tercipta lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman.
Dalam sesi seminar, peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, mengulas dampak deforestasi serta ancaman mikroplastik terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.
Ia menjelaskan kerusakan hutan dan pencemaran plastik saling berkaitan sehingga membutuhkan keterlibatan semua kalangan, termasuk generasi muda di lingkungan pesantren.
Materi berikutnya disampaikan praktisi zero waste Ecoton, Tonis Afrianto. Ia memperkenalkan cara mengelola sampah mulai dari pemilahan sejak sumbernya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengolah sampah organik, hingga membangun kebiasaan hidup minim sampah di lingkungan pesantren.
Edukasi tersebut memberi kesan tersendiri bagi para peserta. Nuril, santri kelas X, mengaku baru mengetahui bahwa mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia.
"Saya kaget sekaligus mendapat banyak pengetahuan baru. Saya baru tahu mikroplastik bisa masuk ke tubuh. Setelah kegiatan ini saya ingin mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk beralih dari pembalut sekali pakai ke pembalut kain," ujarnya.
Usai seminar, peserta mengikuti praktik pembuatan eco enzyme. Dalam sesi tersebut, mereka mempelajari cara mengolah limbah organik dapur dengan komposisi yang tepat hingga menghasilkan cairan multifungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, maupun pendukung pengolahan sampah organik.
Masruro, santri kelas XI, mengaku tertarik menerapkan ilmu yang diperoleh bersama teman-temannya di lingkungan pondok.
"Saya senang bisa belajar membuat eco enzyme dan pupuk kompos organik. Setelah ini kami akan mulai memilah sampah dan membuat kompos di pondok pesantren," katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi bersama Ecoton berharap para santri tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya pesantren yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.