Pixel Code jatimnow.com

Bader FC Sabet Gelar Juara Super Copa Pondok Modern Darussalam Gontor

Olah Raga 13 jam yang lalu
Penganugerahaan gelar juara Super Copa Pondok Modern Gontor. (Foto: Humas Pondok Gontor for jatimnow.com)
Penganugerahaan gelar juara Super Copa Pondok Modern Gontor. (Foto: Humas Pondok Gontor for jatimnow.com)

jatimnow.com – Bader FC kembali menunjukkan dominasinya di ajang Super Copa Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Tim asal Kediri itu sukses mempertahankan gelar juara setelah menundukkan Muria Jaya FC dengan skor telak 5-2 pada partai final yang berlangsung di Darussalam Gontor Stadium (DGS), Senin (29/6/2026).

Kemenangan tersebut menutup rangkaian turnamen Super Copa yang menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Selain membawa pulang trofi juara, Bader FC juga berhak atas hadiah pembinaan sebesar Rp25 juta.

Sejak menit awal pertandingan, kedua tim langsung bermain terbuka. Namun, Bader FC tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan mampu mengendalikan jalannya laga lewat permainan kolektif. Muria Jaya FC sempat memberikan perlawanan, tetapi gagal membendung agresivitas lawannya hingga pertandingan berakhir dengan skor 5-2.

Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan Bader FC sebagai penguasa Super Copa Gontor. Pada edisi sebelumnya, tim yang sama juga berhasil menjadi juara usai mengalahkan Zamen Jaya FC Ponorogo di partai final.

Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG Gontor, Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta turnamen, khususnya Bader FC yang kembali keluar sebagai juara.

“Selamat kepada Bader FC yang berhasil menjadi juara Super Copa 100 Tahun Pondok Gontor,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Menurut Prof Hamid, penyelenggaraan Super Copa bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan Gontor. Nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, hingga kepemimpinan menjadi bagian penting yang ingin ditanamkan kepada para santri.

Ia menegaskan bahwa Gontor juga membuka ruang bagi santri yang memiliki bakat di bidang olahraga untuk berkembang secara profesional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap santri memiliki potensi di bidangnya masing-masing. Kalau ada yang memiliki kemampuan luar biasa hingga menjadi pemain nasional, tentu tidak ada masalah,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, olahraga dapat menjadi salah satu media pengabdian dan dakwah di tengah masyarakat.

“Sepak bola juga bisa menjadi jalan pengabdian dan dakwah. Di Gontor, olahraga tetap berjalan beriringan dengan pendidikan dan pembinaan ibadah. Setelah olahraga tetap salat, tetap belajar. Itu yang ingin kami tanamkan,” jelasnya.

Turnamen Super Copa 100 Tahun Gontor diikuti 16 klub dari berbagai daerah. Di antaranya Persebaya Development, Persida Sidoarjo, Pelita Jabon Putra FC, Radjawali FC, S Parman FC Sampit, Sekar Jagad FC, YSBI Surabaya, serta sejumlah tim lainnya.

Kompetisi berlangsung sejak 31 Mei hingga 29 Juni 2026. Pada laga pembuka, panitia menghadirkan Timnas All Star yang semakin menyedot perhatian masyarakat dan pecinta sepak bola.

Salah seorang penonton, Budi Setyo, mengaku rutin menyaksikan Super Copa Gontor setiap tahun. Menurutnya, turnamen tersebut selalu menghadirkan pertandingan yang menarik sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

“Setiap tahun saya selalu datang. Pembukaannya juga selalu menarik karena menghadirkan Timnas All Star. Tahun ini finalnya juga seru, dan Bader FC memang tampil lebih baik,” katanya.