Pixel Code jatimnow.com

Krisis Air Bersih di Pakusari Jember, Warga Terpaksa Beli Air untuk Minum

Peristiwa Kamis, 02 Jul 2026 13:31 WIB
Warga saat melihat kondisi sumur yang kering. (Foto: Istimewa)
Warga saat melihat kondisi sumur yang kering. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com – Krisis air bersih di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, bukanlah fenomena baru. Selama kurang lebih 30 tahun atau sejak 1996, wilayah ini selalu menjadi langganan kekeringan parah setiap kali musim kemarau tiba.

Hingga saat ini, belum ada solusi permanen dari pihak pemerintah desa setempat. Warga dibiarkan terus bergantung pada bantuan pasokan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember untuk bertahan hidup.

Kusyati, istri Ketua RW Dusun Bunder, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, pemerintah desa pernah menjanjikan solusi jangka panjang berupa pembuatan sumur bor saat Musyawarah Desa (Musdes), namun janji tersebut sekadar isapan jempol belaka.

"Dari dulu pernah di janjikan akan dibuat sumur bor oleh desa, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Sejak 1996 setiap kemarau ya seperti ini, hanya dibantu tandon dari BPBD," jelasnya, Rabu (1/7/2026).

Ketiadaan air bersih memaksa warga Dusun Bunder untuk memutar otak demi memenuhi kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). Kusyati membeberkan, warga kerap harus menumpang mandi di fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau terpaksa memanfaatkan aliran sungai yang kualitasnya diragukan.

Hal senada disampaikan oleh Tiyo Risky Setiawan, warga setempat. Ia menyebut kekeringan di desanya bukan lagi bencana musiman yang mengejutkan, melainkan penderitaan tahunan yang telah dianggap sebagai rutinitas.

Kondisi ini tak ayal menambah beban ekonomi warga. Pasalnya, demi memenuhi kebutuhan air minum, warga harus mengeluarkan uang ekstra.

Minimnya pasokan air membuat warga bergantung pada toilet umum untuk mandi dan mencuci. Sedangkan kebutuhan air minum dipenuhi dengan membeli air galon isi ulang. 

"Kalau mandi dan nyuci di toilet umum. Air minum beli galon isi ulang karena di sini memang sulit mendapatkan air bersih," kata dia.

Merespons keluhan warganya, Kepala Dusun Bunder, Hariri, mengaku telah bergerak cepat dengan mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD Jember. Langkah ini merupakan prosedur rutin yang selalu ia lakukan setiap kemarau melanda.

Pengajuan terbaru telah dikirimkan, dan saat ini warga Dusun Bunder tengah menanti kedatangan truk tangki air bersih tersebut.

"Kemarin kami sudah berkoordinasi dan mengajukan surat ke BPBD. Biasanya satu sampai dua hari setelah pengajuan, bantuan air di kirim," ujarnya.