Pixel Code jatimnow.com

Dirjen Imigrasi Resmikan Prestige Immigration Services di Surabaya

Pemerintahan 6 jam yang lalu
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyampaikan keterangan pers di Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyampaikan keterangan pers di Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Direktorat Jenderal Imigrasi mempercepat reformasi pelayanan publik dengan meresmikan Prestige Immigration Services (PIS) di BG Junction Surabaya, Kamis (2/7). Peresmian tersebut dibarengi penguatan kepatuhan internal aparatur sebagai bagian dari upaya membangun layanan keimigrasian yang modern, transparan, dan berintegritas.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan pembenahan layanan tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi. Aparatur juga harus menjaga integritas agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi terus meningkat.

"Integritas bukan pilihan, tetapi keharusan. Masyarakat hari ini tidak hanya menilai hasil, melainkan juga proses pelayanan yang kita berikan," ujar Hendarsam.

Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal di The Trans Luxury Hotel Surabaya yang dihadiri jajaran pimpinan Imigrasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Ombudsman RI.

Materi yang diberikan meliputi pengendalian gratifikasi, manajemen risiko, hingga penguatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur.

Di sisi pelayanan publik, Ditjen Imigrasi meresmikan Prestige Immigration Services sebagai pengembangan dari Unit Layanan Paspor.

Fasilitas tersebut mengusung konsep layanan berbasis teknologi dengan ruang pelayanan yang lebih nyaman, proses lebih cepat, serta standar pelayanan yang ditingkatkan.

PIS diproyeksikan menjadi model pelayanan keimigrasian yang dapat diterapkan di berbagai daerah sebagai acuan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Transformasi juga dilakukan pada pelayanan haji. Pada penyelenggaraan Haji 2026, Ditjen Imigrasi menerapkan skema Makkah Route sehingga proses keimigrasian Arab Saudi dapat diselesaikan sebelum jemaah berangkat. Langkah tersebut diharapkan memangkas waktu antrean saat tiba di Arab Saudi.

Sementara itu, proses kepulangan jemaah dipercepat melalui penerapan sistem Corridor Gate di Asrama Haji Surabaya. Sistem tersebut memungkinkan pemeriksaan berlangsung lebih efisien tanpa mengurangi aspek pengawasan.

Pengawasan terhadap keberangkatan haji nonprosedural juga diperketat sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat dari praktik perjalanan yang tidak sesuai ketentuan.

Rangkaian agenda di Surabaya menjadi bagian dari arah baru reformasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan, penguatan tata kelola, serta pengawasan yang lebih efektif demi menghadirkan layanan keimigrasian yang profesional dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.