Pixel Code jatimnow.com

Galeri Bursa Efek Indonesia Dicanangkan di Kediri, Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Ekonomi Kamis, 02 Jul 2026 18:35 WIB
Pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Pembukaan 500 Rekening Efek di Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Pembukaan 500 Rekening Efek di Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyambut baik Pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Pembukaan 500 Rekening Efek di Kota Kediri. Pencanangan ini diselenggarakan dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM, Rabu (1/7/2026).

Menurut Gus Qowim, menjadi seorang ASN adalah nikmat yang patut diyukuri karena memiliki pekerjaan yang memberikan kepastian dan jaminan pensiun di masa depan. Namun, kondisi itu, terkadang tanpa disadari menjadi terlalu nyaman. Merasa bahwa semuanya sudah tersedia, sehingga belum terlalu memikirkan tentang kesejahteraan di masa depan.

Gus Qowim pun mengajak semua untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Selagi masih produktif, masih mempunyai penghasilan, dan diberi kesempatan, penting untuk mulai menyisihkan sebagian dari apa yang dimiliki untuk berinvestasi secara bijak.

"Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini," ungkapnya.

Pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menjadi sarana investasi, pasar modal juga menjadi sumber pembiayaan bagi dunia usaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, manfaatkan Galeri Investasi sebagai pusat pembelajaran dan konsultasi mengenai pasar modal.

Harapannya fasilitas ini menjadi wadah yang aktif dalam meningkatkan pengetahuan, membangun budaya investasi yang sehat, serta mendukung terwujudnya masyarakat Kota Kediri yang semakin sejahtera dan melek finansial.

“Saya juga berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga program peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas," jelas Gus Qowim.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menambahkan pencanangan Galeri Investasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat, legal, dan bertanggung jawab. Sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pasar modal.

“Hari ini saya mengapresiasi apa yang sudah kita laksanakan. SEPMT ini dilakukan setiap tahun dan saya bersyukur tahun ini Kota Kediri terpilih dan dikunjungi OJK Pusat. Kita sama-sama ingin memperkuat literasi masyarakat khususnya di pasar modal," imbuhnya.

Ismirani Saputri menjelaskan tingkat literasi keuangan berada di angka 66,5% dan inklusi keuangan di angka 80,5%. Untuk di pasar modal juga ada hasil tingkat literasinya. Namun masih minim sekali yakni di 4,1% dan inklusinya di 5,2%.

Sementara peningkatan jumlah investor di Mei 2026 di seluruh Indonesia mencapai 27,75 juta investor yang ada di pasar modal. Di Kota Kediri sendiri sampai dengan April 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) ada di 23.923 investor, ini meningkat secara y o y di 29,21%. Sedangkan nilai transaksi pasar modal khususnya Kota Kediri sudah mencapai 1,5 triliun. Ini tumbuh 116,67% secara y o y.

"Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. Menjadi modal penting dalam membangun investasi yang sehat di Kota Kediri. Jumlah investor yang bertambah juga harus diimbangi dengan kegiatan literasi," jelasnya.