Pixel Code jatimnow.com

Pasar Mobil Listrik Jatim Melesat, BYD Boyong Teknologi DM ke Surabaya

Ekonomi Jumat, 03 Jul 2026 15:19 WIB
BYD Tech Culture Fest 2026 yang berlangsung di Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
BYD Tech Culture Fest 2026 yang berlangsung di Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pertumbuhan pasar mobil listrik di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Melihat peluang tersebut, BYD Motor Indonesia membawa teknologi Dual Mode (DM) ke Surabaya sebagai pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa mengorbankan fleksibilitas perjalanan.

Teknologi tersebut diperkenalkan melalui BYD Tech Culture Fest 2026 yang berlangsung di Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli 2026.

Selain memamerkan lini kendaraan elektrifikasi, BYD juga menampilkan kemampuan sistem penggerak Dual Mode yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin.

Operation Director BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi tidak sama.

Sebagian sudah siap menggunakan kendaraan listrik murni, sementara lainnya masih membutuhkan solusi transisi.

"Kami menghadirkan pilihan yang lebih beragam melalui teknologi Dual Mode. Sistem ini menawarkan efisiensi tinggi sekaligus menjaga kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh," ujar Nathan, Kamis (2/7/2026).

Menurut BYD, sejak hadir di Indonesia pada 2024, perusahaan telah mengirimkan lebih dari 90 ribu unit kendaraan ke pasar domestik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4.400 unit berada di Jawa Timur dengan pangsa pasar sekitar 40 persen di segmen kendaraan energi baru.

Kemampuan teknologi DM diperlihatkan melalui demonstrasi ekstrem menggunakan Denza B5 Dual Mode.

Kendaraan tersebut berhasil melewati tanjakan 45 derajat, lintasan jungkat-jungkit, hingga dinding melengkung sebagai simulasi berbagai kondisi jalan.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan sistem penggerak ganda dirancang untuk memudahkan masyarakat memasuki era kendaraan elektrifikasi secara bertahap.

"Teknologi ini memberikan alternatif bagi konsumen yang membutuhkan efisiensi kendaraan listrik, tetapi tetap menginginkan fleksibilitas saat berkendara jarak jauh," ujarnya.

Selain demonstrasi, BYD menggelar Media Challenge yang melibatkan 26 jurnalis dan kreator konten menggunakan BYD M6 DM.

Pengujian dilakukan pada rute Surabaya–Prigen–Surabaya yang mencakup lalu lintas perkotaan, jalan tol, hingga tanjakan menuju kawasan pegunungan.

Public Relations Senior Manager BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia, menjelaskan rute tersebut dipilih untuk menguji efisiensi konsumsi energi sekaligus performa kendaraan dalam berbagai karakter jalan yang umum ditemui pengguna di Jawa Timur.

Dukungan terhadap pengembangan kendaraan elektrifikasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, menilai kehadiran kendaraan dengan teknologi transisi dapat mempercepat adopsi transportasi rendah emisi di daerah.

"Pilihan baru memberi masyarakat alternatif untuk beralih dari kendaraan konvensional menuju transportasi yang lebih hemat. Kami juga mendukung perluasan jaringan diler BYD dan layanan purnajual agar ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur semakin kuat," tandasnya.