Petinggi Golkar Jatim Turun Gunung ke Pulau Bawean Serap Aspirasi
Politik Senin, 06 Jul 2026 15:10 WIBjatimnow.com – Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Timur bersama para legislatornya dari tingkat pusat hingga daerah melakukan safari politik selama tiga hari di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, pada 4–6 Juli 2026.
Kunjungan ini berfokus untuk menyerap dan memberikan solusi langsung atas keluhan menahun warga pulau terluar tersebut, mulai dari krisis transportasi laut, distribusi pupuk bersubsidi, hingga peningkatan fasilitas kesehatan.
Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi politik, melainkan bentuk keberpihakan partainya kepada masyarakat Bawean yang selama ini merasa belum memperoleh perhatian yang setara dibanding wilayah lain di Jawa Timur.
"Golkar ingin menunjukkan bahwa Bawean harus maju dan berkembang. Kami datang bersama anggota DPR RI Ahmad Labib sebagai representasi masyarakat Bawean, Gresik, dan Lamongan untuk memastikan persoalan-persoalan yang disampaikan warga dapat diperjuangkan melalui jalur politik anggaran, baik di APBN maupun APBD," kata Ali Mufthi.
Anggota Komisi V DPR RI itu menjelaskan, selama rangkaian kunjungan, rombongan menerima banyak masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, hingga kalangan pemuda.
Berbagai aspirasi tersebut, kata dia, akan dipetakan sesuai kewenangan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Gresik agar memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan.
"Kami sudah banyak mendengar apa saja yang harus diperjuangkan. Ada yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN, ada pula yang bisa didorong melalui APBD Kabupaten Gresik. Tugas kami adalah mengawal agar aspirasi itu tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi menjadi program pembangunan," ujarnya.
Ali menegaskan, kehadiran Golkar ke Pulau Bawean bukan didorong kepentingan elektoral menjelang Pemilu maupun Pilkada. Menurut dia, justru partainya ingin hadir lebih awal untuk membangun kepercayaan masyarakat.
"Kalau orientasi kami hanya politik praktis, tentu kami datang saat musim kampanye. Tetapi kami memilih hadir sekarang karena ingin masyarakat Bawean benar-benar merasakan manfaat kehadiran Partai Golkar. Kami tidak ingin masyarakat di pulau ini merasa dianaktirikan," katanya.
Ia menilai keberadaan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Labib, menjadi modal penting untuk mempercepat perjuangan berbagai kebutuhan masyarakat Bawean di tingkat nasional. Sementara anggota Fraksi Golkar DPRD Gresik akan mengawal aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Para legislator Golkar sudah bertemu langsung dengan masyarakat, sehingga memahami persoalan yang mereka hadapi. Nantinya aspirasi itu bisa diakselerasi melalui program-program APBN, sedangkan yang menjadi kewenangan daerah akan diperjuangkan oleh Fraksi Golkar DPRD Gresik," ujar Ali.
Menurut Ali, sambutan hangat dari para kepala desa dan masyarakat Bawean, menjadi sinyal bahwa pendekatan politik yang dilakukan Golkar mendapat respons positif. Ia menyebut, kunjungan rombongan legislator pusat dan daerah ke Bawean merupakan momentum yang jarang terjadi, terlebih dilakukan jauh sebelum agenda politik lima tahunan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Golkar benar-benar ingin berbuat lebih bagi masyarakat Bawean. Tidak boleh ada satu pun wilayah di Jawa Timur yang merasa tidak mendapatkan sentuhan manfaat dari Partai Golkar," ucapnya.
Ia mengakui perjalanan menuju Pulau Bawean bukan perkara mudah. Cuaca laut yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan. Namun, menurut Ali, hal itu tidak menyurutkan komitmen partainya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
"Walaupun membutuhkan upaya yang tidak ringan dan harus menyeberang di tengah cuaca yang tidak menentu, kami tetap datang. Tujuan kami sederhana, yakni menjadikan Golkar sebagai jembatan yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat Bawean," katanya.
Pada hari pertama, rombongan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An-Nasiriyah Guntung di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Agenda kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang dirangkaikan dengan dialog bersama masyarakat.
Keesokan harinya, rombongan berziarah ke Makam Waliyah Zainab di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak. Setelah itu, mereka menggelar forum Sambang Dulur Sambung Roso bersama kepala desa se-Pulau Bawean untuk menyerap berbagai aspirasi pembangunan.
Dalam berbagai pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang hingga kini dinilai belum terselesaikan. Di antaranya adalah keterbatasan transportasi laut yang menjadi urat nadi mobilitas warga, distribusi pupuk bersubsidi yang masih dikeluhkan petani, peningkatan pelayanan di RSUD Umar Mas'ud Bawean, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.
Bagi Ali, rangkaian kunjungan itu menjadi langkah awal menyusun agenda perjuangan politik yang lebih konkret bagi Pulau Bawean. Ia menegaskan aspirasi masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan hasil kunjungan, tetapi akan dibawa ke ruang-ruang pengambilan kebijakan melalui DPR RI, DPRD Gresik, maupun koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.