Pixel Code jatimnow.com

Inggris vs Argentina, Babak Baru Rivalitas Klasik demi Tiket Final

Olah Raga 19 jam yang lalu
Pemain Inggris merayakan kemenangan di Piala Dunia 2026 (Foto: instagram/fifaworldcup)
Pemain Inggris merayakan kemenangan di Piala Dunia 2026 (Foto: instagram/fifaworldcup)

jatimnow.com - Rivalitas paling ikonik dalam sejarah sepak bola tersaji di laga Semifinal Piala Dunia 2026 dini hari nanti. Dua kekuatan besar, Inggris dan Argentina, akan saling bentrok demi memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak final.

Laga hidup-mati babak semifinal ini dijadwalkan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, dini hari pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini sekaligus menjadi pertemuan keenam bagi kedua negara di putaran final Piala Dunia.

Pemenang dari duel panas ini sudah ditunggu oleh Spanyol, yang sebelumnya telah lebih dulu menyegel tempat di partai puncak usai menumbangkan Prancis dengan skor 2-0.

Berdasarkan analisis data dari Opta Analyst, duel semifinal ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling berimbang sepanjang turnamen. Dalam waktu normal 90 menit, Inggris memiliki probabilitas kemenangan sebesar 39,1 persen, sedangkan Argentina menguntit di angka 31,6 persen. Sementara itu, peluang laga berakhir imbang dan berlanjut ke babak perpanjangan waktu atau adu penalti mencapai 29,3 persen.

Namun, jika dihitung berdasarkan peluang keseluruhan untuk lolos ke final (termasuk lewat extra time dan adu penalti), skuad asuhan Thomas Tuchel sedikit lebih diunggulkan dengan persentase 52,9 persen berbanding 47,1 persen milik Argentina.

Langkah The Three Lions ke semifinal terbilang dramatis setelah sempat tertinggal sebelum akhirnya bangkit menumbangkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Jude Bellingham menjadi pahlawan kemenangan lewat torehan dua golnya.

Kombinasi lini depan Inggris saat ini menjadi momok menakutkan. Harry Kane tercatat sudah mengoleksi enam gol sepanjang turnamen, jumlah yang sama dengan Bellingham. Menurut catatan Opta, Kane dan Bellingham menjadi pasangan pemain pertama dari negara yang sama yang mampu mencetak minimal enam gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Selain ketajaman lini depan, laga ini juga akan menjadi momen bersejarah bagi Harry Kane. Jika diturunkan, ia akan mencatat penampilan ke-121 bersama tim nasional, menjadikannya pemain lapangan (outfield player) dengan caps terbanyak dalam sejarah Timnas Inggris.

Keberhasilan menembus semifinal ini juga memperpanjang tren positif Inggris. Sejak 2018, mereka telah empat kali menembus semifinal di turnamen mayor (Piala Dunia dan Piala Eropa). Kini, Thomas Tuchel berpeluang mengakhiri dahaga gelar juara Inggris selama 60 tahun, sekaligus berpotensi menjadi pelatih asing keempat dalam sejarah yang mampu membawa sebuah negara ke final Piala Dunia.

Pemain Argentina, Lionel Messi. (Foto: instagram fifaworldcup)Pemain Argentina, Lionel Messi. (Foto: instagram fifaworldcup)

Di kubu lawan, Argentina datang dengan status tim paling produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 17 gol. La Albiceleste hanya butuh satu gol tambahan untuk menyamai rekor nasional mereka (18 gol) yang tercipta pada edisi Piala Dunia 1930 silam.

Nakhoda serangan Argentina tetap berada di kaki sang kapten, Lionel Messi. Pemain berjuluk La Pulga tersebut telah mengemas delapan gol di turnamen ini, menyamai torehan penyerang Prancis, Kylian Mbappe. Meski gagal mencetak gol saat menghadapi Swiss di perempat final, Messi tetap berkontribusi lewat assist-nya untuk gol Alexis Mac Allister.

Opta mencatat Messi menjadi pemain kedua sejak 1966 yang mampu membukukan minimal 10 kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia yang berbeda. Modal impresif ini dilengkapi dengan catatan enam kemenangan beruntun Argentina, yang menjadi rekor kemenangan terpanjang mereka sepanjang sejarah partisipasi di Piala Dunia.

Kendati menyandang status juara bertahan dan memiliki rekor selalu menang setiap kali tampil di semifinal, penampilan Argentina dinilai belum sepenuhnya sempurna.

Menilik sejarah pertemuan, Inggris sebenarnya memiliki catatan yang lebih superior. Dari 14 bentrokan di semua ajang, Inggris mengemas enam kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya dua kali kalah dari Argentina.

Kekalahan terakhir Inggris dari Argentina dalam waktu normal terjadi pada Piala Dunia 1986 lewat gol ikonik "Tangan Tuhan" Diego Maradona. Sejak tragedi tersebut, Inggris belum pernah lagi menelan kekalahan dari Argentina dalam waktu normal 90 menit di lima pertemuan terakhir mereka.