Pixel Code jatimnow.com

Fendy Kembangkan Sistem Monitoring Suhu Motor dengan Tiga Sensor

Wiyata 2 jam yang lalu
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Untag Surabaya, Fendy Febianto Ahmad, mendemonstrasikan prototipe sistem monitoring suhu motor dengan tiga sensor. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Untag Surabaya, Fendy Febianto Ahmad, mendemonstrasikan prototipe sistem monitoring suhu motor dengan tiga sensor. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Risiko mesin sepeda motor mengalami panas berlebih atau overheat dapat diketahui lebih awal melalui sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Prototipe tersebut dibuat Fendy Febianto Ahmad, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Untag Surabaya. Sistem dirancang untuk memantau suhu di beberapa bagian mesin sekaligus dan memberikan peringatan ketika suhu mencapai batas yang telah ditentukan.

Karya Fendy terpilih sebagai salah satu karya termenarik dalam rangkaian Wisuda ke-133 Untag Surabaya pada Agustus 2026.

Berbeda dari perangkat monitoring suhu yang umumnya menggunakan satu sensor, prototipe Fendy memanfaatkan tiga sensor suhu. Data dari masing-masing sensor dapat ditampilkan melalui layar LCD sehingga pengguna bisa memantau kondisi suhu pada sejumlah bagian mesin secara langsung.

Sistem juga terhubung dengan teknologi IoT dan dilengkapi early warning system. Ketika temperatur mencapai ambang batas, perangkat memberikan notifikasi dan informasi mengenai kondisi mesin.

Pengembangan prototipe tersebut dilakukan di bawah bimbingan Kukuh Setiadji, sebagai dosen pembimbing pertama dan Lutfi Agung Swarga, sebagai dosen pembimbing kedua.

Fendy mengatakan ide pengembangan muncul dari perangkat pemantauan suhu yang telah tersedia di pasaran. Ia kemudian menambahkan jumlah sensor sekaligus memperluas kemampuan sistem melalui konektivitas IoT.

“Kalau yang sudah ada di pasaran umumnya hanya menggunakan satu sensor. Saya mengembangkannya menjadi tiga sensor dan menambahkan fitur IoT dengan early warning system, sehingga monitoring kondisi mesin bisa lebih kompleks,” ungkap Fendy.

Menurut dia, konsep tersebut tidak hanya dapat diterapkan pada sepeda motor. Teknologi pemantauan suhu yang sama berpeluang dikembangkan untuk kebutuhan pendidikan maupun industri.

Di lingkungan industri, sistem dapat diarahkan untuk memantau mesin atau motor yang bekerja secara terus-menerus. Pemantauan suhu secara langsung memungkinkan kondisi mesin diketahui lebih cepat sehingga potensi gangguan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

Topik tugas akhir tersebut tidak lepas dari ketertarikan Fendy terhadap dunia otomotif. Ia memang memiliki kegemaran pada sepeda motor dan mobil sehingga memilih mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan mesin kendaraan.

Fendy juga ingin menghadirkan sistem monitoring yang lebih informatif dibandingkan indikator konvensional pada sepeda motor.

“Judul ini muncul karena saya memang hobi otomotif. Selain itu, saya ingin membuat sistem monitoring yang lebih kompleks dibandingkan sistem pada sepeda motor yang umumnya hanya menggunakan indikator lampu ketika terjadi overheat,” jelasnya.

Di tengah aktivitasnya sebagai pekerja, Fendy tetap menyelesaikan pendidikan Teknik Elektro melalui kelas malam. Ia menuntaskan studi dalam waktu empat tahun dengan IPK 3,63.

Pengalaman tersebut membuat Fendy berharap prototipe yang dikembangkan tidak berhenti sebagai tugas akhir, tetapi dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan dunia pendidikan maupun industri.

Ia juga mendorong mahasiswa lain memilih topik tugas akhir yang dekat dengan minat masing-masing agar proses pengerjaan lebih mudah dijalani.

“Carilah judul atau ide yang sesuai dengan passion kita. Dengan begitu, kita akan lebih mudah mengerjakannya,” pesannya.