Pixel Code jatimnow.com

Korban Virgo Transport 8 Asal Blitar, Adik Meninggal Kakak Masih Dicari

Peristiwa Rabu, 16 Sep 2026 07:45 WIB
Pemakaman korban Virgo Tranport 8 asal Blitar. (Foto: istimewa)
Pemakaman korban Virgo Tranport 8 asal Blitar. (Foto: istimewa)

jatimnow.com - Kakak beradik asal Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Korban bernama Reyner Fausta Yosilianto (22) telah ditemukan meninggal dunia dan kini sudan dimakamkan. Sementara kakaknya, Susanto (36), hingga kini belum diketahui keberadaannya dan masih dalam proses pencarian.

Kedua pemuda itu bekerja sebagai sopir dan kernet di sebuah perusahaan ekspedisi. Mereka berangkat membawa muatan makanan ringan dari Lamongan menuju Kalimantan. Susanto bertugas sebagai sopir, sedangkan Reyner sebagai kernet.

Ibu korban Wiwik Susiati, menceritakan pihak keluarga mengetahui kejadian tersebut pada Minggu (13/9/2026) lewat media sosial.perjalanan panjang rasa cemas yang dialami keluarganya. Saat itu, ia sempat menerima informasi bahwa kedua anaknya dinyatakan selamat. Namun harapan itu tak berlangsung lama, komunikasi terputus dan tak ada kabar lanjutan.

"Saya mendapatkan data selamat. Nah, ternyata saya tunggu tidak ada kabar lagi dari anak-anak," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, petugas Jasa Raharja datang ke kediaman keluarga. Mereka menyampaikan adanya korban yang ditemukan namun belum teridentifikasi. Reyner diketahui tidak membawa kartu identitas saat berlayar, sehingga proses pengenalan dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari. Hasilnya, jenazah tersebut dipastikan adalah Reyner, putra ketiga Wiwik.

"Reyner tidak bawa KTP. Setelah disidik jari ternyata Reyner anak saya teridentifikasi sebagai korban," tuturnya.

Berlayar mengantar muatan sudah menjadi pekerjaan sejak lama bagi Susanto. Sementara bagi Reyner, perjalanan bersama kakaknya itu masih tergolong baru. Sebelumnya, Reyner bekerja di kebun, dan karena musim kemarau ia memutuskan ikut kakaknya mencari penghasilan lain.

"Kalau Susanto kakaknya sering, tapi Reyner baru tiga kali ini ikut, baru satu bulan. Biasanya dia kerja di kebun tapi karena ini musim kemarau dia ikut kakaknya," terangnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus berupaya menemukan awak kapal yang masih hilang. Keluarga dan warga Desa Krisik berdoa agar proses pencarian segera membuahkan hasil dan Susanto dapat segera dipulangkan ke tengah keluarga.