Demo Mahasiswa UINSA, Kisah Pengabdian dan Pegawai SPPG Terlilit Pinjol
Pojok Jimerto Kamis, 17 Sep 2026 09:59 WIBjatimnow.com - Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi berita pilihan pembaca pada Rabu (16/9/2026). Para mahasiswa ini menolak penetapan Prof Akh Muzakki sebagai rektor. Dunia pendidikan Islam dan keluarga besar Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Masjid Agung Sunan Ampel (LPBA MASA) Surabaya berduka. Ustadz Ali Tsauri bin KH. Abdul Djalil, ulama sekaligus pendidik bahasa Arab, meninggal dunia. Kisah tragis dari Tulungagung juga menarik minat pembaca. Seorang pegawai SPPG nekat mengakhiri hidupnya karena terlilit hutang pinjol.
Redaksi merangkum berita pilihan pembaca sebagai berikut:
Mahasiswa UINSA Demo Tolak Penetapan Rektor, Api Mulai Dinyalakan
Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi demonstrasi menolak penetapan Prof Akh Muzakki sebagai rektor, Rabu (16/9/2026). Pantauan jatimnow.com di lokasi, aksi yang berlangsung di dalam lingkungan kampus ini diwarnai orasi, long march, hingga pembakaran sebagai simbol penolakan.
Kisah Pengabdian Ustadz Ali Tsauri untuk LPBA MASA Surabaya
Dunia pendidikan Islam dan keluarga besar Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Masjid Agung Sunan Ampel (LPBA MASA) Surabaya berduka. Ustadz Ali Tsauri bin KH. Abdul Djalil, ulama sekaligus pendidik bahasa Arab, wafat pada Selasa, 15 September 2026, selepas Ashar. Ustadz Ali Tsauri dikenal luas di kalangan murid dan alumni LPBA MASA sebagai pengajar yang memiliki penguasaan mendalam terhadap bahasa Arab. Ia juga pernah dipercaya menjadi Wakil Mudir Bidang Kurikulum mendampingi Mudir LPBA MASA, Ustadz Saifullah Azhari.
Terlilit Pinjol, Karyawan SPPG di Tulungagung Nekat Gantung Diri
Seorang karyawan SPPG di Tulungagung ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Korban diketahui berinisal FYP (20) warga Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan. Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena terlilit hutang pinjaman online. Dari hasil keterangan saksi, korban memiliki hutang cukup banyak dan setiap minggu harus mencicil hingga Rp15 juta.