Peringatan DPR ke Kepsek Surabaya: Gunakan Dana BOSP Tepat Sasaran!
Wiyata 4 jam yang lalujatimnow.com - Ratusan kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Kota Surabaya dikumpulkan dalam sosialisasi tata kelola Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan dana pendidikan dari pemerintah pusat benar-benar berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran anak didik.
Pada kesempatan ini, anggota Komisi X DPR RI, Adela Kanasya Adies, menegaskan pentingnya akuntabilitas dan ketepatan pemanfaatan anggaran di tingkat satuan pendidikan.
Menurutnya, pemahaman pemangku sekolah terhadap regulasi penggunaan dana BOSP menjadi kunci utama pencegahan penyimpangan anggaran.
"Penggunaan anggaran BOSP harus dilakukan secara bijak dan tepat sasaran. Kepala sekolah perlu memahami aturan dan peruntukannya agar anggaran yang tersedia benar-benar mendukung proses pendidikan," tegas Adela saat menemui sekitar 300 kepala sekolah di Surabaya, Sabtu (19/9/2026).
Selain memberikan arahan teknis, legislator Fraksi Partai Golkar ini memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana menyerap kendala operasional yang dialami para pendidik di lapangan. Berbagai keluhan dan masukan dari para kepala sekolah dijanjikan akan dibawa langsung ke parlemen pusat.
"Kami akan membawa aspirasi dan masukan dari para kepala sekolah dalam RDP bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ini penting agar persoalan di lapangan menjadi bahan pembahasan di tingkat kementerian," ujarnya.
Sinergi antara DPR RI, kementerian, dan pemerintah daerah ini mendapat respons positif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Widyaprada Ahli Utama Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Abdul Halim, menyebutkan bahwa pemahaman mendalam atas tata kelola anggaran akan menjaga prinsip transparansi dalam ekosistem sekolah.
"Pemahaman yang mendalam mengenai prinsip bijak dalam penggunaan Dana BOS Pendidikan sangat krusial agar pengelolaan anggaran tepat sasaran, transparan, dan akuntabel demi kemajuan kualitas pendidikan anak bangsa," kata Abdul Halim.
Dukungan serupa datang dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Ketua Tim Kerja Kurikulum Pendidikan Dasar Dindik Surabaya, Atiko, menilai ruang dialog lintas lembaga seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengurai berbagai persoalan nyata di sekolah-sekolah daerah.
"Terima kasih kepada Bu Adela yang sudah mau mendengarkan aspirasi kepala sekolah untuk mengembangkan pendidikan di Kota Surabaya. Semoga aspirasi dari para kepala sekolah bisa diperjuangkan di DPR RI bersama Mendikdasmen," tutur Atiko.