Demo UINSA, Mahasiswa Gelar Salat Hajat dan Segel Seluruh Akses ke Kampus
Peristiwa Selasa, 22 Sep 2026 12:35 WIBjatimnow.com – Aktivitas akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terhenti sejak Senin, (21/9/2026). Kondisi tersebut terjadi setelah mahasiswa melakukan penyegelan terhadap sejumlah akses masuk kampus.
Penyegelan dilakukan sejak Senin malam. Mahasiswa menggembok pintu-pintu masuk fakultas sebagai bagian dari aksi lanjutan untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kepemimpinan Rektor UINSA Akh Muzakki.
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, membenarkan bahwa mahasiswa masih melanjutkan aksi. Ia mengatakan gerakan tersebut akan terus dilakukan hingga ada langkah dari Kementerian Agama terkait persoalan yang terjadi di UINSA.
“Aksi ini akan terus kami lakukan hingga Kemenag mengambil langkah untuk UINSA,” kata Fazle saat dikonfirmasi Selasa, (22/9/2026).
Meski demikian, mahasiswa tidak menggelar demonstrasi terbuka hari ini. Massa memilih melakukan salat hajat di Masjid Ulul Albab, kompleks kampus UINSA Ahmad Yani. Fazle mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa dalam menghadapi situasi yang terjadi di kampus.
“Kami menggelar salat hajat meminta keselamatan dari penguasa yang zalim,” tuturnya.
Sementara itu, kondisi akses kampus di kawasan Jalan Ahmad Yani maupun kampus UINSA Gunung Anyar masih dalam keadaan tertutup. Spanduk yang menandai penutupan akses juga masih terpasang di sejumlah titik.
Penyegelan tersebut berdampak pada aktivitas civitas akademika. Kegiatan perkuliahan hingga pelayanan administrasi disebut tidak berjalan seperti biasanya akibat akses menuju sejumlah fasilitas kampus ditutup.
Aksi penolakan terhadap kepemimpinan Akh Muzakki sendiri telah berlangsung sejak dirinya kembali dilantik sebagai Rektor UINSA. Pelantikan untuk periode 2026-2030 tersebut berlangsung di kantor Kementerian Agama di Jakarta pada 15 September 2026. Sejak saat itu, mahasiswa dari sejumlah fakultas menggelar berbagai aksi di lingkungan kampus. Rangkaian aksi tersebut di antaranya pendudukan Gedung Rektorat, pembakaran barang bekas, hingga penutupan akses kampus.
Reporter: Nur Ifansyah