Pixel Code jatimnow.com

BBPOM Surabaya Temukan 159 Iklan Obat Alam dan Suplemen Menyesatkan

Peristiwa Kamis, 24 Sep 2026 17:15 WIB
BBPOM di Surabaya melakukan pendampingan pengawasan iklan kepada pelaku usaha di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/09/2026). (Foto: BBPOM for jatimnow.com)
BBPOM di Surabaya melakukan pendampingan pengawasan iklan kepada pelaku usaha di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/09/2026). (Foto: BBPOM for jatimnow.com)

jatimnow.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya menemukan 159 iklan produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

Temuan tersebut didominasi oleh iklan yang menampilkan klaim manfaat berlebihan dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menyampaikan temuan ini dalam kegiatan pendampingan pengawasan iklan kepada pelaku usaha di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/09/2026).

Iklan yang dinilai melanggar aturan tersebut tersebar di pelbagai saluran, mulai dari media cetak, luar ruang, penyiaran televisi dan radio, hingga media digital.

Kanal media online seperti media sosial, situs web, dan e-commerce mencatatkan jumlah temuan ketidaksesuaian terbanyak.

Menindaklanjuti temuan tersebut, BBPOM di Surabaya mengeluarkan rekomendasi pemutusan akses (takedown) iklan kepada instansi terkait. Lembaga ini juga melayangkan surat peringatan kepada pelaku usaha agar menghentikan penayangan atau menarik iklan dalam bentuk media cetak seperti leaflet dan poster.

Sebagai langkah penanganan, BBPOM di Surabaya menggelar Program Percepatan Peningkatan Efektivitas Pengawasan Secara Intensif (PROGRESIF).

Sebanyak 30 pelaku usaha di wilayah Jawa Timur mendapatkan pembinaan dan pendampingan untuk memperbaiki konten iklan serta penandaan produk secara langsung.

Kegiatan pendampingan ini turut menghadirkan petugas dari Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM untuk memberikan bimbingan teknis mengenai penyusunan target penyelesaian secara langsung.

Yudi menegaskan pentingnya keterbukaan informasi bagi konsumen dalam menentukan produk kesehatan yang aman.

"Informasi yang benar menjadi salah satu kunci bagi masyarakat dalam memilih produk kesehatan. Upaya ini diharapkan menghasilkan informasi produk yang lebih benar, jelas, jujur, objektif, dan tidak menyesatkan, sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi dalam memilih dan menggunakan produk kesehatan," kata Yudi.

Melalui program pendampingan dan pengetatan pengawasan ini, BBPOM Surabaya menargetkan penurunan angka temuan iklan yang tidak sesuai aturan seiring meningkatnya kepatuhan para pelaku usaha.