Pixel Code jatimnow.com

Sempat Anjlok Rp38 Ribu, Harga Emas Antam Akhirnya Berhenti di Angka Ini

Ekonomi Minggu, 27 Sep 2026 09:55 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

jatimnow.com - Pasar emas domestik dan global mengalami volatilitas tinggi sepanjang pekan 21–27 September 2026. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat anjlok hingga Rp2.590.000 per gram sebelum kembali menguat menjelang akhir pekan.

Pada Minggu (27/9/2026) harga emas Antam tercatat bertahan di level Rp2.613.000 per gram.

Berdasarkan data pergerakan harga sepanjang pekan, harga emas Antam mengalami beberapa perubahan signifikan.

Pada awal pekan, Senin hingga Rabu, harga emas relatif stabil di kisaran Rp2.628.000 hingga Rp2.630.000 per gram. Pergerakan tersebut terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu perkembangan pasar global.

Memasuki Jumat, harga emas Antam mengalami penurunan tajam hingga Rp2.590.000 per gram. Level tersebut menjadi yang terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan tersebut terjadi seiring melemahnya harga emas spot dunia yang disebut turun ke level US$4.244 per troy ons, di tengah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Harga emas kemudian kembali menguat pada Sabtu. Aksi bargain hunting atau perburuan harga murah mendorong harga emas dunia mengalami rebound.

Di pasar domestik, harga emas Antam naik Rp23.000 menjadi Rp2.613.000 per gram. Harga tersebut kemudian bertahan hingga Minggu karena pasar tidak beroperasi.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas oleh Logam Mulia ditutup di level Rp2.438.000 per gram.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp175.000 antara harga jual dan harga buyback. Selisih tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan investor, terutama jika emas digunakan untuk transaksi jangka pendek.

Analis komoditas menilai koreksi tajam pada pertengahan pekan merupakan bagian dari konsolidasi teknis setelah harga emas mengalami reli sepanjang 2026.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi faktor yang menahan penurunan harga emas domestik agar tidak sedalam pelemahan di pasar global.