Lamongan Bidik Lumbung Protein Nasional, Peternak Jadi Kunci
Pemerintahan 6 jam yang lalujatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan swasembada protein dengan memperkuat sektor peternakan. Pengembangan sektor ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan populasi ternak, tetapi juga produktivitas dan kesejahteraan peternak.
Target tersebut disampaikan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara dalam kegiatan Bulan Bakti Peternakan di Pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (29/6/2026).
Dirham menyebut Lamongan memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor peternakan, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
“Lamongan sudah dinobatkan sebagai lumbung pangan nasional. PR kita selanjutnya adalah menjadi lumbung protein nasional,” ujarnya, Selasa (29/6/2026).
Menurut Dirham, pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan mengejar peningkatan populasi ternak. Produktivitas, efisiensi pengelolaan, kesehatan hewan, hingga peningkatan nilai ekonomi peternak juga perlu menjadi perhatian.
“PR-nya adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi secara pengelolaan, dan bisa meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan para peternak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dirham juga mengapresiasi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga yang selama ini memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan Shofiah Nurhayati mengatakan, upaya mencapai swasembada protein dilakukan secara menyeluruh. Pendampingan diberikan mulai dari budidaya, kesehatan hewan, hingga hilirisasi hasil peternakan.
“Upaya Pemkab Lamongan melalui Disnakeswan, kita memberikan pelayanan kepada peternak mulai dari budidaya ternak yang baik, kemudian kita mendampingi kesehatan ternaknya, sampai ke hilirisasi. Jadi mulai dari hulu sampai dengan hilir kita mendampingi para peternak agar hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.
Saat ini, populasi ternak di Lamongan tercatat cukup besar. Terdiri dari 108.792 ekor sapi, 99.153 kambing, 89.343 domba, 29.430.628 ayam pedaging, 1.335.399 ayam bukan ras, 479.408 ayam petelur, 70.875 itik, dan 234.832 entok.
Data tersebut menjadi salah satu modal Lamongan dalam mendorong sektor peternakan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan protein sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.