Pixel Code jatimnow.com

CKB Logistics Perkuat Hub Logistik Surabaya dengan Fasilitas Terintegrasi

Ekonomi 15 jam yang lalu
Pekerja beraktifitas di area penyimpanan fasilitas pergudangan terintegrasi CKB Logistics di Osowilangun, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pekerja beraktifitas di area penyimpanan fasilitas pergudangan terintegrasi CKB Logistics di Osowilangun, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) memperkuat posisi Surabaya sebagai simpul distribusi industri ke kawasan Indonesia Timur melalui fasilitas logistik terintegrasi di Osowilangun.

Hub tersebut menggabungkan pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, kepabeanan, hingga distribusi dalam satu ekosistem layanan.

Penguatan konektivitas logistik menjadi semakin penting seiring pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor tersebut tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I 2026.

Pada triwulan II 2026, kontribusinya mencapai 6,16 persen terhadap struktur produk domestik bruto (PDB).

Supply Chain Indonesia juga memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp1.713,24 triliun pada 2027, atau tumbuh 7,69 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur turut memperbesar kebutuhan terhadap jaringan logistik yang mampu menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, pusat pergudangan, hingga pasar di berbagai wilayah Indonesia.

BPS mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen pada triwulan I 2026 dan 5,72 persen pada triwulan II. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,9–5,7 persen dengan dukungan konsumsi, investasi, ekspor, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.

Direktur Utama CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan fasilitas Osowilangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi juga menjadi titik penghubung bagi kebutuhan industri di Jawa Timur dengan jaringan distribusi menuju Indonesia Timur.

“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur,” ujar Iman di Surabaya, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, keberadaan hub terintegrasi memungkinkan CKB Logistics meningkatkan visibilitas, kecepatan, serta kepastian dalam proses logistik pelanggan.

Kompleks pergudangan Osowilangun telah beroperasi sejak 2017 sebagai bagian dari ekosistem hub CKB Logistics. Fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 140.000 meter persegi, termasuk Pusat Logistik Berikat (PLB) dengan area 20.000 meter persegi.

Tingkat keterisian atau occupancy rate fasilitas CKB Logistics di Osowilangun mencapai 82 persen. Perusahaan menilai tingkat utilisasi tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan fasilitas oleh pelanggan dari berbagai kebutuhan industri.

Sebagai fasilitas PLB, Osowilangun menyediakan fleksibilitas dalam proses inbound dan outbound, penyimpanan sesuai ketentuan kepabeanan, hingga layanan repacking, pelabelan, dan konsolidasi barang.

Skema PLB juga memungkinkan penundaan pembayaran bea dan pajak sampai barang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Fasilitas tersebut tidak menghapus kewajiban kepabeanan, melainkan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan arus barang.

Dorong Digitalisasi dan Efisiensi Energi

Selain mengandalkan kapasitas fasilitas, CKB Logistics mengembangkan operasional Osowilangun dengan menggabungkan aspek keselamatan, digitalisasi, efisiensi, dan keberlanjutan.

Penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dilakukan melalui sejumlah inisiatif, antara lain penggunaan skylight untuk memaksimalkan pencahayaan alami serta forklift listrik dalam kegiatan operasional.

Perusahaan juga menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang lingkungan, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya.

Penggunaan kendaraan berstandar emisi Euro 4 menjadi bagian lain dari upaya perusahaan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan.

“Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” kata Iman.

Menurut Iman, digitalisasi berperan dalam membantu perusahaan membaca kebutuhan pelanggan secara lebih cepat. Pada saat yang sama, penerapan prinsip ESG diarahkan agar peningkatan aktivitas logistik tetap berjalan bersama efisiensi operasional dan tanggung jawab lingkungan.

Dengan kombinasi fasilitas, integrasi layanan, kepastian proses, pengelolaan data, dan aspek keberlanjutan, CKB Logistics menempatkan Osowilangun sebagai salah satu simpul dalam jaringan distribusi dari Jawa Timur menuju Indonesia Timur.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” pungkas Iman.