Stok Biosolar Menghilang, Petani di Probolinggo Resah
Peristiwa Kamis, 01 Okt 2026 13:00 WIBjatimnow.com - Keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar bersubsidi di SPBU 5367223 Probolinggo dikeluhkan oleh para petani. Hingga saat ini, stok Biosolar di SPBU tersebut terpantau kosong akibat pengiriman dari Pertamina yang tak kunjung tiba. Kondisi ini berdampak luas pada aktivitas pertanian di empat kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Sumberasih, Wonomerto, Bantaran, dan Lumbang.
M. Zainul selaku Pengawas Pom 5367223 Desa Muneng Probolinggo mengungkapkan bahwa pengiriman terakhir Biosolar ke SPBU tempatnya bertugas diterima pada Rabu (23/9/2026) lalu. Setelah itu hingga kini pengiriman bahan bakar khusus petani tersebut belum dikirim lagi.
"Sejak tanggal 23 September kemarin Biosolar belum dikirim lagi. Padahal, Pom 5367223 ini melayani surat rekomendasi dari Dinas Pertanian untuk para petani menggunakan barcode," ujarnya, Kamis (1/10/2026)
Zainul menambahkan, kelangkaan ini praktis melumpuhkan distribusi solar bersubsidi yang mencakup wilayah pelayanan di empat kecamatan tersebut. Pihak pengelola SPBU sendiri mengaku telah berulang kali melakukan konfirmasi dan koordinasi kepada pihak Pertamina. Namun, hingga kini jawaban yang diterima hanya sebatas diminta menunggu, tanpa ada kejelasan waktu pengiriman.
"Kemarin-kemarin itu banyak yang komplain ke saya menanyakan kapan BBM datang. Kami sudah koordinasi ke Pertamina, tapi sampai saat ini masih belum dikirim-kirim dan disuruh tunggu terus," tuturnya.
Kondisi ini sangat meresahkan petani. Salah satunya Zaini. Pria ini mengaku sangat kesulitan mendapatkan Biosolar jalur subsidi khusus petani yang selama ini menjadi penopang utama alat mesin pertanian (Alsintan) di wilayahnya.
"Kami sangat kesulitan mendapatkan biosolar subsidi ini. Padahal sudah mengurus surat rekomendasi dan pakai barcode dari dinas, tapi barangnya di SPBU kosong terus. Kalau seperti ini, traktor dan mesin sedot air untuk sawah mau pakai apa?" keluhnya.
Menurut Zaini, para petani di wilayah Sumberasih, Wonomerto, Bantaran, dan Lumbang terpaksa harus memutar otak atau bahkan mengeluarkan biaya lebih mahal demi kelancaran garapan lahan mereka di tengah musim tanam ini.
Akibat kendala distribusi dari Pertamina ini, stok Biosolar di SPBU dipastikan kosong. Para petani di keempat kecamatan tersebut mendesak agar Pertamina segera merealisasikan pengiriman agar kegiatan pertanian tidak semakin lumpuh dan merugikan hasil panen mereka.