Pixel Code jatimnow.com

Pererat Hubungan Keluarga, Surabaya Montessori School Gelar Festival Lampion

Wiyata Kamis, 01 Okt 2026 14:09 WIB
Surabaya Montessori School merayakan Mooncake Festival untuk mempererat hubungan sekolah dan keluarga melalui pergelaran budaya dan kreasi lampion. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Surabaya Montessori School merayakan Mooncake Festival untuk mempererat hubungan sekolah dan keluarga melalui pergelaran budaya dan kreasi lampion. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Surabaya Montessori School menggelar perayaan Mooncake Festival pada Jumat (25/9/2026) untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah, siswa, dan para orang tua.

Acara bertajuk Joyful Mid-Autumn Festival, a Happy Reunion in the School ini mengaitkan pembelajaran budaya dengan keterlibatan aktif keluarga. Interaksi yang hangat terbangun lewat serangkaian kegiatan interaktif di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SD Surabaya Montessori School, Wieda Ikayanti, S.T., menyampaikan bahwa proses pendidikan tidak sebatas berpusat pada aktivitas di dalam ruang kelas.

"Kegiatan seperti Mooncake Festival memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenal budaya, keberagaman, serta nilai keluarga melalui pengalaman langsung," tutur Wieda.

Ia berharap perayaan ini menjadi jembatan yang makin mendekatkan sekolah dengan para wali murid.

Kolaborasi antarkeluarga dan sekolah bahkan sudah berdenyut sejak sepekan sebelum puncak acara.

Para siswa bergotong royong bersama orang tua mereka merancang lampion kreatif berkat pemanfaatan bahan bekas rumah tangga, yang kemudian dinilai oleh wali kelas masing-masing.

Saat hari penyelenggaraan, halaman sekolah dipenuhi antusiasme pengunjung. Para peserta mengikuti lomba tebak berat buah pomelo sembari menikmati hidangan khas festival seperti steamed taro stick dan teh tradisional Tionghoa. Stan kriya serta kuliner turut melengkapi pengalaman interaktif para siswa.

Malam harinya, suasana kian meriah saat para siswa dari jenjang PGTK hingga Primary menampilkan pertunjukan drum Tionghoa dan pementasan drama di lantai dua gedung sekolah.

Memasuki puncak acara, seluruh komunitas sekolah berkumpul di area parkir belakang untuk menggelar parade.

Sambil menggenggam lampion buatan tangan masing-masing, para siswa berjalan bersama guru dan orang tua, menutup perayaan malam itu dalam suasana hangat.