Sungai Rejoso Jombang Memutih dan Berbau, Ribuan Santri Terganggu
Peristiwa 15 jam yang lalujatimnow.com - Pencemaran lingkungan kembali melanda aliran Sungai Rejoso di Dusun Rejoso, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (2/10/2026). Memasuki musim kemarau, sungai yang membelah pemukiman warga serta kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso ini memutih pekat, kehitaman, dan mengeluarkan bau menyengat.
Kondisi berulang saban tahun ini memaksa ribuan santri dan warga sekitar menghirup aroma tidak sedap setiap hari. Masalah yang tak kunjung diselesaikan dinas terkait ini tak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Nanang, seorang petugas keamanan pesantren, mengaku aroma busuk sungai sudah menyambutnya sejak awal bekerja. Fenomena pencemaran ini terus berulang tanpa penyelesaian nyata selama hampir enam tahun ia bertugas.
"Sejak awal saya bekerja di sini, kalau musim kemarau kondisi sungai pasti keruh dan berbau," kata Nanang saat ditemui di lokasi.
Warga menduga kuat cairan pekat berasal dari buangan limbah industri pengolahan makanan, termasuk pabrik tahu di wilayah hulu bagian selatan.
Usaha mikro tersebut disinyalir membuang sisa produksi langsung ke aliran sungai tanpa proses pengolahan limbah yang memadai.
Keluhan senada disampaikan Ibnu, seorang wali santri yang prihatin atas tercemarnya lingkungan pesantren. Menurutnya, dorongan ekonomi bagi usaha kecil tidak boleh mengorbankan kesehatan masyarakat dan ribuan santri.
"Sangat disayangkan lingkungan pendidikan justru tercemari aliran sungai kotor dan berbau. Padahal pesantren adalah cerminan keadaban lingkungan," ujar Ibnu.
Masyarakat dan wali santri kini menagih ketegasan dinas terkait untuk turun tangan secara konkret. Mereka mendesak pemerintah segera melakukan uji laboratorium, menindak tegas pelaku pencemaran, dan memulihkan ekosistem Sungai Rejoso.