Pixel Code jatimnow.com

Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Bersyukur Kapolri Listyo Sigit Dicopot

Peristiwa 6 jam yang lalu
Peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Kamis (1/10/2026). (Foto: Aris/jatimnow.com)
Peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Kamis (1/10/2026). (Foto: Aris/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan memiliki harapan baru setelah Suyudi Ario dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2026.

Salah satu keluarga korban, Minsai In, mengaku bersyukur atas pergantian Kapolri tersebut. Ayah almarhum Riyo Edit Setyawan (21) itu bahkan sampai bersujud syukur di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan setelah mendengar kabar pergantian Kapolri.

Menurut Minsai, meski dinilai terlambat, pencopotan Listyo Sigit menjadi harapan baru bagi dirinya dan sejumlah keluarga korban. Ia menilai, selama Listyo menjabat Kapolri, pengusutan Tragedi Kanjuruhan belum dilakukan secara tuntas.

"Alhamdulillah, Kapolri yang lama sudah diganti, itu yang saya harapkan. Yang Kapolri yang dulu tidak pernah sedikit pun mengusut tuntas. Semua keluarga korban mengharapkan rasa keadilan hukum, tapi keadilan saja tidak ditegakkan," kata Minsai In saat ditemui di Stadion Kanjuruhan dalam peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, Kamis petang (1/10/2026).

Minsai berharap Kapolri Suyudi Ario membuka kembali pengusutan sejumlah kasus yang belum terselesaikan pada era Listyo Sigit, termasuk Tragedi Kanjuruhan.

Ia meminta Kapolri baru mengusut seluruh pihak yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut. Mulai dari pihak yang menembakkan gas air mata, pihak yang menutup pintu stadion saat kepanikan terjadi, hingga pihak yang memberikan perintah penembakan.

"Para pelakunya, semua pelakunya, apa pun statusnya, apa pun bidang pekerjaannya, siapa pun orangnya, harus dihukum. Semoga Kapolri yang baru ini menegakkan keadilan, khususnya dalam Tragedi Kanjuruhan, supaya semua keluarga korban mendapatkan rasa keadilan," tuturnya.

Harapan serupa disampaikan Kholifah Nur, ibu salah satu korban Tragedi Kanjuruhan. Ia mengapresiasi pergantian Listyo Sigit sebagai Kapolri meski menilainya terlambat.

Bagi Kholifah, pelantikan Suyudi Ario menjadi Kapolri memberikan harapan baru bagi keluarga korban. Ia berharap Kapolri baru mau mendengarkan suara dan memperhatikan perjuangan keluarga korban untuk mendapatkan keadilan.

"Kapolri baru bisa lebih memperhatikan kami. Harapan besar kami, semoga bisa memberikan keadilan," kata Kholifah saat ditemui dalam peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, Kamis malam.

Kholifah juga menilai pengusutan Tragedi Kanjuruhan pada masa kepemimpinan Listyo Sigit belum memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Karena itu, ia berharap Kapolri baru dapat kembali memperhatikan kasus tersebut.

"Ya mungkin Kapolri lama ini, menurut kami, masih belum memuaskan dari hal keadilan. Saya harap dengan Kapolri baru ini bisa memperhatikan kasus kami, kasus anak-anak kami," tandasnya.

Sebagai informasi, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Komjen Suyudi Ario sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10/2026).

Pada hari yang sama, Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman. Listyo Sigit diketahui masih akan memasuki masa pensiun pada 2027.