Pixel Code jatimnow.com

SIER Intervensi UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Ekonomi 6 jam yang lalu
Partisipasi SIER dalam mendorong UMKM naik kelas (foto: SIER for jatimnow.com)
Partisipasi SIER dalam mendorong UMKM naik kelas (foto: SIER for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai kesempatan promosi dan pameran. 

Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan UMKM dalam Jatim Fest 2026 yang berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Grand City Convex Surabaya.

Dalam ajang tersebut, Holding BUMN Danareksa membuka booth yang menghadirkan empat UMKM dari sejumlah anggota holding, yaitu Nikita Etnik dari PT SIER yang bergerak di bidang fashion dan aksesori, Athaya Arts dari PT Danareksa (Persero) yang menghadirkan produk fashion dan kriya, Kang Nabil dari PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) di bidang makanan, serta Kirana Khimar dari PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di bidang fashion.

Keikutsertaan UMKM tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan anggota Holding BUMN Danareksa dalam memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan pasar.

Salah satu UMKM yang hadir melalui pendampingan SIER adalah Nikita Etnik milik Feni Permonowati. UMKM yang telah menjalankan usaha sejak 2015 tersebut menghadirkan berbagai aksesori handmade berbahan batu alam dan tembaga bakar.

"Produk saya aksesoris handmade semuanya. Basic-nya semua dari batu dan tembaga, tembaga bakar. Karena batunya batu asli, biasanya satu koleksi hanya satu karena memang batunya batu alam, jadi tidak ada kembarnya dan terkesan eksklusif,” ujar Feni.

Feni mengaku antusias ketika mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Jatim Fest 2026 bersama PT SIER. Ia menyebut kesempatan tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti pameran bersama PT SIER sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan produk dan membuka peluang kolaborasi dengan UMKM lainnya.

"Saya baru pertama kali diajak SIER mengikuti pameran seperti ini. Semoga saya bisa berkolaborasi dengan SIER lagi ke depannya,” katanya.

Menurut Feni, keikutsertaan dalam pameran menjadi penting bagi keberlangsungan UMKM, khususnya untuk menjaga eksistensi produk handmade di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Sejak berdiri pada 2015, Nikita Etnik terus mempertahankan produk aksesori handmade meskipun sempat menghadapi berbagai kondisi, termasuk pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas pameran. Ia berharap kegiatan seperti Jatim Fest dapat membantu masyarakat kembali mengenal dan mengapresiasi produk-produk UMKM lokal.

"Alhamdulillah dari 2015 sampai sekarang saya tetap menjalani bisnis kecil-kecilan ini, aksesori handmade. Meskipun ada masa naik dan turunnya, tapi saya tetap bersyukur masih bisa menjaga keberlangsungan UMKM saya,” ujarnya.

Sementara itu, Athaya Arts yang hadir didampingi oleh PT Danareksa (Persero) menghadirkan produk fashion dan kriya yang tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga membawa semangat inklusivitas dan kepedulian terhadap lingkungan. 

Produk Athaya Arts memanfaatkan material sisa melalui konsep upcycling, dengan berbagai produk yang dibawa ke Jatim Fest 2026 antara lain outer, sepatu, kalung, serta produk berbahan dasar perca.

Sisi inklusivitas menjadi salah satu kekuatan yang menjadi bagian dari perjalanan Athaya Arts mulai dari tahun 2021 hingga saat ini. Usaha yang berasal dari Malang ini berawal dari karya seni lukis yang kemudian berkembang menjadi produk fashion dan kriya. 

Karya tersebut juga tidak terlepas dari kreativitas anak pemilik Athaya Arts yang merupakan penyandang disabilitas. Karya lukis yang dihasilkan menggunakan alat-alat dapur kemudian dikembangkan menjadi bagian dari produk UMKM, sehingga karya seni dapat dinikmati oleh lebih banyak orang sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Selain mengangkat aspek inklusivitas, Athaya Arts juga berupaya menerapkan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan material sisa. Perca yang sebelumnya menjadi material sisa diolah kembali menjadi berbagai produk fashion dan aksesori, sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi baru. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari karakter Athaya Arts yang memadukan kreativitas, pemberdayaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Produk UMKM Athaya Arts memenuhi sedikitnya empat kriteria Sustainable Development Goals (SDGs).

Kesempatan mengikuti Jatim Fest 2026 menjadi pengalaman baru bagi Athaya Arts setelah bertemu dengan PT Danareksa (Persero) dalam kegiatan sebelumnya. Dari pertemuan tersebut, Athaya Arts kemudian mendapatkan undangan untuk mengikuti pameran di Grand City, Surabaya.

"Alhamdulillah saya senang sekali bisa menjadi bagian dari pameran Jatim Fest 2026, terlebih bisa membawa produk dari Athaya Arts yang punya kelebihan di sisi inklusivitas dan sustainability,” ungkap owner Athaya Arts.

Ia berharap keikutsertaan dalam Jatim Fest 2026 dapat membantu Athaya Arts memperluas pengenalan produk di luar kota asal dan membuka peluang pasar baru.

"Dengan pameran ini kesempatan kita mengenalkan produk-produk kami bisa lebih luas, tidak hanya di kota asal, tapi juga ke kota lain. Harapannya Athaya Arts bisa lebih berkembang lagi sehingga banyak orang akan lebih mengenal produk kami lagi,” ujarnya.

Ke depan, Athaya Arts juga tengah menyiapkan penguatan pemasaran digital serta pengembangan kapasitas produksi. Athaya Arts berharap dapat memiliki ruang produksi atau workshop yang lebih memadai sehingga dapat melibatkan lebih banyak orang dalam pengolahan material perca dan mengembangkan ekosistem usaha yang lebih luas.

Keikutsertaan UMKM dalam Jatim Fest 2026 menjadi bagian dari upaya PT SIER dan Holding BUMN Danareksa dalam membuka ruang promosi dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM. 

Bagi pelaku usaha, kesempatan tampil dalam pameran tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk membangun jejaring, mendapatkan pelanggan baru, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Bagi SIER, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan UMKM serta memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Semoga SIER semakin maju dan selalu mengikutsertakan UMKM untuk ikut membranding produknya, sehingga kolaborasi antar perusahaan dan UMKM akan selalu terjalin secara harmonis,” tutup Feni.