Pixel Code jatimnow.com

Bupati Fawait Dorong HKTI Jember Bersinergi Konkret Dongkrak Produksi Padi

Pemerintahan 14 jam yang lalu
Pelantikan pengurus HKTI Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pelantikan pengurus HKTI Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember di bawah kepemimpinan H. Ponimin bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memberikan kontribusi konkret bagi kebangkitan sektor pertanian, khususnya dalam mendongkrak produksi padi.

Ia menyebut H. Ponimin dan Ketua DPD HKTI Jawa Timur H. Arum Sabil sebagai dua tokoh senior Jember yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertanian.

“Haji Ponimin ahli konkret di pembangunan di Kabupaten Jember. Begitu juga Abah Arum yang juga tetangga saya, siapa yang tidak kenal tokoh di Jawa Timur dan nasional di bidang pertanian,” ujar Fawait saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus HKTI Jember, Sabtu (3/10/2026) malam.

Menurut Fawait, kehadiran dua tokoh tersebut menjadi kebanggaan bagi Jember. Ia berharap keduanya dapat turut membimbing pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang lebih baik.

“Ini kebanggaan bagi kita. Mudah-mudahan dua orang senior saya ini bisa membimbing saya menjadi lebih baik untuk Kabupaten Jember,” katanya.

Fawait menyoroti kondisi pertanian Jember yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi padi Jember dinilai mengalami penurunan dan kini berada di peringkat ketiga hingga kelima di Jawa Timur.

“Padahal luas lahan pertanian tidak kalah dengan kabupaten lainnya. Justru panen tidak bertambah dan bahkan tambah kecil,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah infrastruktur pertanian yang dalam 10 tahun terakhir dinilai belum mengalami perbaikan signifikan.

Di sisi lain, Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 2025-2026, bantuan untuk sektor pertanian di Jember disebut mencapai lebih dari Rp300 miliar.

Bantuan tersebut di antaranya berupa bibit, optimasi lahan, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Era Prabowo sektor pertanian 2025 dinominalkan terbesar di Jember. Bantuan bibit, optimasi lahan, alsintan dan sebagainya. 2025-2026 senilai Rp300 miliar lebih untuk sektor pertanian. Banyak orang tidak merasa apa yang sudah diberikan Presiden buat petani,” jelasnya.

Ke depan, Fawait mengatakan masih banyak program pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait aktif menjemput berbagai program tersebut.

“Konsen Presiden di sektor pertanian atau ketahanan pangan, saya minta OPD untuk meraih itu. Termasuk HKTI yang dipimpin Arum Sabil dan H. Ponimin. Saya yakin beliau yang diamanahkan akan memperjuangkan Kabupaten Jember,” tegasnya.

Fawait juga mengingatkan agar HKTI Jember tidak berhenti pada kegiatan seremonial setelah pelantikan. Ia berharap organisasi tersebut segera membangun sinergi konkret dengan pemerintah daerah, kelompok tani (Poktan), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

“Jangan cuma jadi seremonial saja, nanti habis pelantikan tidak ada apa-apa. Saya harap HKTI Jember bersinergi konkret dengan OPD terkait, Poktan dan Gapoktan, melengkapi dan bukan menggantikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara tokoh senior dan generasi muda perlu terus diperkuat untuk membangun kelembagaan petani.

“Beliau-beliau senior akan membimbing kita, senior dipertahankan dan ditambahi anak muda untuk memperkuat Gapoktan dan Poktan lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.